DEV Community

Cover image for Training Needs Analysis
BMGindo.Training
BMGindo.Training

Posted on

Training Needs Analysis

Apa Itu Training Needs Analysis

Training Needs Analysis untuk Peningkatan Kapabilitas sebagai satu proses identifiasi dan analitis mengenai keperluan training atau program peningkatan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu perusahaan atau organisasi dengan tujuan akhir ialah peningkatan perform SDM. Training needs analysis yang dalam bahasa Indonesia mempunyai makna analisis kepentingan training adalah sebuah proses analisis keperluan program training atau kenaikan kekuatan SDM pada suatu organisasi.

Dilansir dari https://www.bmgtraining.co.id/ menyatakan bahwa Training needs analysis atau TNA jadi hal dasar yang penting dikerjakan perusahaan sebelum mengadakan semua program yang berkaitan dengan kenaikan perusahaan. Karena, jika tidak ada TNA, karena itu program yang akan dikerjakan tidak jalan dengan maksimal. TNA harus disiapkan sebelum program berjalan, karena sebagai dasar training dan peningkatan perusahaan. Jika tidak, karena itu menambahkan risiko materi yang salah dan efektivitas program yang rendah. Hal tersebut tentu menyebabkan perusahaan tidak untung.

Dasar dari setiap program training yang efektif adalah mengenal secara betul apa atau siapakah yang penting dilatih. Training Needs Analysis (TNA) yang telah dilaksanakan dengan jelek dapat menyebabkan training dengan kompetensi yang salah; Orang yang salah; dan mekanisme penilaian yang salah. Apa yang terjadi dalam training bukan salah satunya point utama, tapi penting untuk konsentrasi pada suatu hal yang terjadi sebelum serta sesudah training. Training Needs Analysis sebagai langkah awalnya yang perlu dalam perancangan instruksional. Ini membantu Anda mengenal kepentingan training dan type training apa yang dibutuhkan. Training Needs Analysis menolong Anda mendapat cara yang paling efektif untuk penuhi persyaratan training.

Peranan Pengaturan Training Needs Analysis

Hasil atau laporan Training Needs Analysis harus memberi peranan program dan keperluan perusahaan. Oleh karenanya, ada pertanyaan yang harus dijawab lewat laporan TNA ini. Berikut perincian pertanyaan itu.

  • Apa tujuan yang ingin dicapai di proses ini?
  • Keperluan apa yang penting disanggupi pada program ini?
  • Apa peranan program training pada usaha?
  • Siapa yang membutuhkan program itu?
  • Di mana program akan dilakukan?
  • Bagaimana mekanisme yang perlu diterapkan?
  • Berapakah biaya atau ongkos yang penting diluncurkan?

Waktu Untuk Mengadakan Training Needs Analysis

Proses Training Needs Analysis dikerjakan saat perusahaan berencana untuk mengadakan sebuah program training. Biasanya ada beberapa hal yang mengakibatkan diadakannya TNA, misalkan seperti berikut:

  1. Arah atau target yang belum dan ingin dicapai.
  2. Ada jarak antara perolehan dan tujuan.
  3. Kurangnya keterampilan karyawan dalam sebuah tim.
  4. Marketing yang demikian rendah.
  5. Ada peralihan lingkungan kerja.
  6. Persiapan karyawan untuk mutasi atau promosi.
  7. Ada keadaan peralihan tim.

## **Type Training Needs Analysis**

Untuk tambahkan perform karyawan dan tingkatkan perusahaan, ada beberapa type Training Needs Analysis yang dapat disamakan dengan jenjangnya, diantaranya :

A. Pribadi Analysis (Analisis Individu)**

Analisis individu memprioritaskan pada sebagian orang di perusahaan yang membutuhkan peningkatan. Data bisa diambil dari tertimpangan antara kompetensi karyawan dengan standar perform perusahaan atau ada pengurangan daya produksi. Selain itu juga bisa lewat penilaian, wawancara dengan pemegang posisi, dan wawancara dengan ahli, interviu pribadi, kritik, kuesioner, dan sebagainya.

Materi training dapat berisi informasi baru yang berkaitan dengan bidang individu itu atau bisa juga motivasi. Dengan begitu, keinginannya karyawan dapat bekerja dengan lebih bagus. Mengikutkan karyawan di proses TNA berguna untuk mengenal kompetensi apa yang sudah dimiliki karyawan dan apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi itu.

Jarak atau ketimpangan yang diterima berikut sebagai referensi atau dasar dalam putuskan keperluan training yang penting disiapkan sampai hasilnya maksimal. Ini berkaitan dengan pendekatan analisis kapabilitas kerja. Analitis kepentingan kapabilitas seharusnya dilandasi pada masing-masing posisi karena setiap status membutuhkan kapabilitasnya sendiri.

B. Task Analysis (Analisis Pekerjaan)

Task analysis atau terkadang diartikan job analysis melihat pada persyaratan sebuah tugas bisa ditangani. Analisis tugas dikerjakan untuk mengenal apa yang penting diatasi atau kekuatan apa yang dibutuhkan saat kerjakan beberapa pekerjaan tertentu.

Dengan begitu, faksi manajemen dapat menyesuaikan training atau peningkatan tepat. Karena satu tugas harus terkuasai oleh satu seksi atau sisi, karenanya standar kurikulum yang dibuat harus konsentrasi pada tugas, tidak mengarah pada seorang saja.

C. Organizational Analysis (Analisis Organisasi)

Dasar dari analisis organisasi yaitu pastikan proses training yang komplet, seperti sasaran, ide, arah, dan visi dan misi organisasi. Di sini karenanya taktik usaha sebuah perusahaan bisa mudah untuk diputuskan. Dalam jalankan strategi itu, perusahaan membutuhkan karyawan yang professional.

## **
Langkah-Langkah Membuat Training Needs Analysis
**

Goal Analysis Atau Organizational Analysis

Saat membuat program peningkatan perusahaan, hal pertama yang harus diputuskan adalah maksudnya. Arah itu harus memprioritaskan pada target perusahaan dan mengangsung masalah apa yang terjadi sampai ingin diperbaharui.
Dengan demikian, lebih terang apa yang diharapkan dari sebuah program training atau peningkatan. Tingkatan pertama ini berkaitan dengan analisis organisasi untuk menyaksikan dinamika usaha.
Sebisa mungkin, buat arah secara kuantitatif. Misalnya yaitu turunkan tingkat turnover karyawan sampai 20% atau semacamnya.

Masalah Analysis

Tidak semuanya persoalan di perusahaan berakar dari sumber daya manusianya. Bisa saja dari kualitas produk atau kurangnya peralatan yang bagus. Kedua contoh itu tidak bisa dituntaskan dengan training.
Di sini peranan Training Needs Analysis yakni membuat laporan yang sama sesuai keadaan dan rekomendasi perpecahan.

Job Role Analysis

Tingkatan ketiga dikerjakan dengan menjadikan satu dan menganalisis data mengenai KSA (knowledge, kemampuan, dan attitude) calon peserta training atau seksinya. Misalnya, tim media memiliki kemampuan digital competencies dan tim sales memiliki kemampuan persuasive communication.

Learner Analysis

Di tingkatan keempat ini, Anda harus menjadikan satu data dan personalitas peserta, lalu menganalisanya. Data itu meliputi data diri, edukasi, latar belakang, training yang pernah dituruti, status kerja, dan lain-lain. Semua dibutuhkan untuk pastikan mode, proses, engagement, tata bahasa, dan trainer saat training. Yakinkan Anda memberitahu karyawan mengenai tujuan diadakannya training. Hal tersebut supaya karyawan pahami proses training dan keuntungan yang akan mereka terima.

Agar proses TNA benar-benar cocok sasaran, perusahaan harus terbuka pada pegawainya untuk memberi arah apa yang diharapkan dari training yang akan dikerjakan. Ini penting agar setiap karyawan pahami proses training yang mereka lewati dan keuntungan apa yang akan mereka bisa. Dengan demikian, keterkaitan karyawan ini akan membuat mereka lebih menghargakan akan setiap training yang dikasih perusahaan. Keterikatan karyawan ini membuat mereka akan menghargakan training yang diselenggarakan. Selain itu, proses TNA akan sama sesuai target.

**

Implementation Analysis

**

Jika keempat analisis di atas sudah dikerjakan, perusahaan lebih ketahui wawasan baru apa yang dibutuhkan karyawan. Dengan begitu, mekanisme terbaik diolah program dapat dikerjakan lebih sederhana. Memerhatikan Ongkos, Waktu, dan Tenaga yang Dibutuhkan dalam training yang mengikutkan karyawan sudah pasti membutuhkan ongkos, waktu, dan tenaga lebih. Ini juga harus menjadi perhatian agar training tidak mengacau kebanyakan akan proses produksi di perusahaan.

Analisis program atau implementasi program terdiri dari penentuan lokasi, materi, dan trainer. Prediksi ROI atau biaya juga bisa dimasukkan pada tingkatan ini. Kelak, prediksi itu bisa ditempatkan dalam laporan. Bagaimanapun juga, training membuat waktu kerja jadi tidak aktif, ongkos yang lumayan banyak, keperluan panitia, dan persiapan lainnya yang penting diperhitungkan.

**

Tetapkan Mekanisme Terbaik

**

Setelah pahami apa yang diharapkan dari training dan mengenal kapabilitas apa yang dibutuhkan karyawan, memiliki arti perusahaan bisa pastikan mekanisme apa yang terbaik untuk dipakai.
Ada beberapa tipe mekanisme training yang dijumpai yaitu on the job training, mentoring dan coaching, khotbah, buku dan e-book, dan e-learning. Dalam tentukan mekanisme training terbaik dibutuhkan modul.

Modul ini bisa dibuat oleh perusahaan sendiri (building) atau beli modul training dari faksi lain. Alternatif terbaik dengan mengombinasikan kedua nya di mana modul training bisa diatur oleh faksi ketiga (konsultan) dan mengikutkan factor karyawan dari perusahaan.

Kelima hal di atas jadi dasar penting saat membuat Training Needs Analysis agar training jadi sebuah program yang berpengaruh positif, bukan jadi program yang pragmatis.
Karena itu, TNA seharusnya dilihat sebagai kegiatan yang penting dan terukur agar memberikan rekomendasi yang bagus untuk implementasi training pegawai.

**

Arah Diadakannya Training Needs Analysis

**

Seperti yang sudah disentil pada awal, training dibuat sama sesuai kepentingan masing-masing perusahaan atau organisasi. Ini memiliki arti saat membuat TNA juga harus ditetapkan kesuksesan seperti apa yang diharap. Tujuan dari terdapatnya TNA yaitu kenaikan perform karyawan dan organisasi.

Untuk pastikan hasil yang diinginkan ini bisa disesuaikan dengan masalah apa yang hendak dituntaskan dan hal apa yang ingin diperbaharui. Hal lainnya dapat diakui adalah perilaku atau personalitas apa yang diharapkan dipunyai pegawai untuk capai visi perusahaan.

Dalam pastikan hasil yang diinginkan ini berkaitan dengan pendekatan berbasiskankan analisis organisasi. Ini karena lewat analisis organisasi dapat dijumpai jika organisasi mempunyai tanggapan akan dinamika usaha. Perusahaan memiliki peluang peralihan ide penting yang penting diprediksi terhitung lewat training.

Berdasarkan pada pengetahuan yang telah dirinci di atas, training need analysis tentu memiliki peran untuk perusahaan. Berikut peran Training Needs Analysis dengan detail.

Mengenal Data Karyawan

Lewat Training Needs Analysis, perusahaan bisa mendapat informasi pengetahuan karyawan berkaitan perusahaan, produk, atau konsumen. Selain itu perusahaan akan pahami kompetensi karyawan lebih jauh.
Dari informasi itu, perusahaan menjadi lebih pahami akan pegawainya dan apa yang mereka pikirkan.

Pahami Info Tugas

Setiap tugas pasti memiliki job description yang berbeda. Hal tersebut harus dipahami oleh pimpinan di setiap tim. Karena ada Training Needs Analysis, jadi informasi pekerjaan dari yang dasar sampai terkini semakin enteng untuk dimengerti.

Menolong Untuk Mengikutkan Stakeholders

Analisis untuk program training yang dibutuhkan akan gerakkan perusahaan cari support. Dukungan itu bisa berupa stakeholder intern atau eksternal.

**

Melakukan Rencana Dengan Gampang

**

Setiap perusahaan memerlukan gagasan yang masak. Untuk membikin ide yang sesuai sama keadaan, dibutuhkan data yang betul terkait karyawan, produksi, atau perusahaan.
Analisis dari TNA membantu perusahaan pastikan gagasan yang tepat. Tentunya gagasan yang dibuat masih terkait dengan hasil program training.
Tanpa training need analysis, sebuah perusahaan cuman akan memprediksi atau bahkan jalan tanpa pegangan. Karena, tidak ada data benar yang memacu kegiatan pengembangannya. jika sudah begitu, perusahaan pun tidak berusia panjang.

Discussion (0)