<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel>
    <title>DEV Community: kafi</title>
    <description>The latest articles on DEV Community by kafi (@kafi).</description>
    <link>https://dev.to/kafi</link>
    <image>
      <url>https://media2.dev.to/dynamic/image/width=90,height=90,fit=cover,gravity=auto,format=auto/https:%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Fuser%2Fprofile_image%2F1379934%2F31bb961c-c9a8-4e6f-9594-24e51514859e.jpg</url>
      <title>DEV Community: kafi</title>
      <link>https://dev.to/kafi</link>
    </image>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://dev.to/feed/kafi"/>
    <language>en</language>
    <item>
      <title>Kesulitan pindah versi PHP ???</title>
      <dc:creator>kafi</dc:creator>
      <pubDate>Tue, 26 Mar 2024 13:37:56 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/kafi/kesulitan-pindah-versi-php--4np2</link>
      <guid>https://dev.to/kafi/kesulitan-pindah-versi-php--4np2</guid>
      <description>&lt;p&gt;&lt;a href="https://dev.to/kafi/manajemen-versi-nodejs-dengan-nvm-fleksibilitas-tanpa-batas-28id"&gt;Setelah sebelumnya&lt;/a&gt; kita telah membahas tentang bagaimana caranya kita untuk memanage versi dari Node.js menggunakan NVM. Artikel ini akan membahas tentang bagaimana caranya untuk memanage versi dari bahasa pemrograman PHP. Seperti yang kita tahu perkembangan dari bahasa pemrograman PHP ini sangatlah cepat. Apalagi jika kita adalah seorang laravel developer. Dimana hampir setiap tahun ada versi baru dari Laravel dan harus menggunakan versi PHP yang terbaru.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Terkadang ketika kita mengerjakan project PHP ataupun menggunakan framework laravel kita dihadapkan dengan berbagai versi PHP dari project yang kita kerjakan. Ada yang mengharuskan kita untuk menggunakan PHP versi 8.0 jika menggunakan versi lebih dari itu ada package dari project tersebut yang tidak support. Adapun yang mengharuskan kita menggunakan PHP versi paling baru untuk menjalankan framework tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Permasalahan yang telah disebutkan diatas membuat kita harus melakukan install uninstall dari bahasa pemrograman PHP sesuai dengan kebutuhan project yang sedang kita kerjakan. Yang mana hal tersebut memakan waktu kita ketika kita ingin mengembangkan suatu aplikasi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di artikel ini saya akan share bagaimana cara saya untuk memanage versi dari bahasa pemrogramanan PHP khususnya untuk windows. Walaupun cara yang akan saya share ini terlihat seperti manual tetapi saya hanya perlu melakukan config sekali dan bisa dengan mudah berpindah antar versi di kemudian hari. Berikut langkah - langkah yang dapat dilakukan :&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Install PHP&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Hal pertama yang dapat kita lakukan jika kita belum mempunyai PHP didalam sistem operasi kita. maka kita perlu melakukan install terlebih dahulu PHP pertama di sistem operasi kita :&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Download PHP for windows dari web resmi dari PHP &lt;a href="https://windows.php.net/download/"&gt;https://windows.php.net/download/&lt;/a&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita bisa memilih versi berapapun dari PHP yang ingin kita pasang. Karena kebutuhan kita untuk pengembangan web saya merekomendasikan untuk memilih downloader yang Thread Safe (TS)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai contoh disini saya akan install PHP versi 8.2.17. Disini saya memilih yang thread safe dan untuk versi downloadnya saya memilih zip&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fqysk0nuprezjmvhlpw3a.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fqysk0nuprezjmvhlpw3a.png" alt="Download PHP" width="800" height="419"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Setelah selesai install zip dari PHP tersebut. Kita pindahkan terlebih dahulu file dari zip tersebut ke tempat yang kita inginkan.
Setelah memindahkan. kita bisa extract zip dari PHP tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika hasil extract telah keluar. Hal optional yang dapat kita lakukan ada mengganti nama folder terlebih dahulu agar mudah dalam pembacaan. Lalu kita bisa masuk ke dalam folder dari hasil extract.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah masuk, dan kita lakukan scroll ke bawah kita akan mendapatkan file dari PHP Application&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hal yang selanjutnya kita lakukan adalah copy lokasi dari file tersebut / &lt;em&gt;copy path&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fs7yc5ei0gc36oa09i3uq.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fs7yc5ei0gc36oa09i3uq.png" alt="Path location php" width="800" height="34"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lalu kita bisa pergi ke windows search dan cari Edit the System Environment Variables.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fas4qut732u07s0ywvpc5.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fas4qut732u07s0ywvpc5.png" alt="System environment variables" width="558" height="589"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;setelah muncul seperti gambar diatas kita bisa pergi ke Environment Variables&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dan kita bisa menemukan System Variables, selanjutnya kita bisa mencari variables yang bernama Path. lalu kita bisa edit dari path tersebut. Akan muncul pop up baru kembali.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2F9lraeyfx9npwbojuk5sn.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2F9lraeyfx9npwbojuk5sn.png" alt="System environment variables" width="720" height="792"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Disini kita bisa menemukan banyak sekali &lt;em&gt;System Environment Variables&lt;/em&gt; yang terpasang di laptop / komputer kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hal selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah klik New untuk membuat &lt;em&gt;Environment Variable&lt;/em&gt; baru dan kita bisa Paste / tempel dari lokasi PHP yang telah kita copy sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fow6t23h5gvy6d0gfv3ev.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fow6t23h5gvy6d0gfv3ev.png" alt="System environment variables" width="606" height="669"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Setelah terpasang untuk Environment PHP di laptop / komputer kita. Lalu kita klik "ok" agar pop up dari System variables tertutup semua.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mengecek apakah php yang telah kita install dan terpasang dengan baik di laptop / komputer kita. Kita bisa buka terminal yang ada di windows&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fc87cco8pki7pjv4uwmda.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fc87cco8pki7pjv4uwmda.png" alt="Terminal" width="800" height="420"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jika telah muncul hasil seperti yang diatas. Kita telah berhasil menginstal PHP pertama kita di laptop / komputer.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Multiversi PHP&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Setelah kita berhasil install PHP pertama kita di laptop / komputer. Lalu bagaimana sih cara nya agar kita bisa melakukan multi versi dari PHP itu sendiri. Hal yang dapat kita lakukan sebenarnya sangat lah mirip seperti yang kita lakukan untuk install PHP pertama seperti section diatas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kita perlu mendownload kembali php dengan versi yang berbeda. lalu kita pindahkan kembali ke tempat yang kita inginkan kita extract dari zip file yang telah kita download dan kita copy path dari PHP yang telah kita install. Setelah kita melakukan hal tersebut membuat kita mempunyai 2 PHP yang terpasang dan 2 System Environment Variables yang terpasang di laptop / komputer kita.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tetapi ketika kita check kembali versi dari php yang aktif sekarang. Hasilnya akan tetap muncul versi dari PHP yang pertama kali kita install. Lalu bagaimana sih cara kita agar mudah dalam berganti antar versi PHP yang telah kita install sebelumnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berpindah Antar Versi PHP&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Cara agar kita bisa berpindah versi dari setiap PHP yang kita install adalah dengan kita mengubah order / urutan yang ada di System Environment Variables di laptop / komputer kita.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fggam6skc0cut7m1gwci5.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fggam6skc0cut7m1gwci5.png" alt="System environment variables" width="612" height="674"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Didalam System Environment Variables laptop saya. Terdapat 4 versi dari PHP yang telah terpasang. Jika saya mengerjakan project PHP yang memerlukan versi dari PHP 8.0 maka saya akan mengubah urutan dari Environment Variables menjadi diatas PHP 8.2.17. Untuk memindahkannya kita bisa memilih terlebih dahulu mana yang ingin kita pindahkan lalu "Move Up / Move down". Hasilnya akan seperti dibawah ini :&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fwa6fg60ejzvrc6hpn7h7.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fwa6fg60ejzvrc6hpn7h7.png" alt="System environment variables" width="609" height="668"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dan setelah kita close dari System Environment Variables dan kita check kembali versi dari PHP yang aktif sekarang akan muncul menjadi versi yang kita inginkan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2F6u5jmcdugqcwrn59f145.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2F6u5jmcdugqcwrn59f145.png" alt="Terminal" width="800" height="413"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;




&lt;p&gt;&lt;strong&gt;FAQ&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Bagaimana jika versi tetap tidak berubah ?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kita perlu tutup terlebih dari terminal yang sebelumnya telah terbuka. lalu jika kita mengecek versi php menggunakan terminal yang ada di text editor kalian tutup terlebih dahulu text editor yang kalian buka.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bagaimana jika kita mengerjakan project laravel dan melakukan composer install mendapati error ?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kita bisa install kembali composer di php yang baru kita install. Karena secara default ketika kita install php yang terbaru dan sebelumnya belum pernah dilakukan install composer. Kita perlu melakukan install composer kembali (dan hal ini juga hanya perlu dilakukan sekali).&lt;/p&gt;




&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Dengan melakukan multi versi PHP meningkatkan produktivitas kita ketika sedang mengembangkan aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman PHP. Meskipun cara diatas terbilang manual tetapi kita hanya perlu melakukan config sekali dan selanjutnya kita tinggal mengubah order dari PHP itu sendiri.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Editor : &lt;a href="https://www.instagram.com/nabilarisha01/"&gt;Nabila Risha&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

</description>
      <category>php</category>
      <category>webdev</category>
      <category>tutorial</category>
      <category>productivity</category>
    </item>
    <item>
      <title>Manajemen versi Node.js dengan NVM: Fleksibilitas Tanpa Batas</title>
      <dc:creator>kafi</dc:creator>
      <pubDate>Sun, 24 Mar 2024 23:18:42 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/kafi/manajemen-versi-nodejs-dengan-nvm-fleksibilitas-tanpa-batas-28id</link>
      <guid>https://dev.to/kafi/manajemen-versi-nodejs-dengan-nvm-fleksibilitas-tanpa-batas-28id</guid>
      <description>&lt;p&gt;Seperti yang kita tau dalam pengembangan web saat ini. Javascript telah menjadi bahasa pemrograman yang mendominasi pasar pengembangan berbasis web. Hal tersebut terjadi karena terciptanya runtime dari javascript yaitu Node.js. Dimana dengan adanya Node.js kita dapat melakukan coding javascript diluar dari web browser itu sendiri. Akan tetapi ketika kita menggunakan Node.js sulitnya dalam mencocokkan versi antara Node.js yang kita miliki dengan project yang sedang kita kerjakan. Hal tersebut bisa terjadi karena perkembangan Node.js sendiri sangatlah cepat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ketika mengembangkan web kita lah yang harus menyesuaikan versi Node.js kita terhadap project yang kita kerjakan. Tidaklah mungkin ketika kita mengerjakan "Project A" menggunakan Node.js versi 16, lalu kita mengerjakan "Project B" menggunakan Node.js versi 10, Kita harus melakukan instal uninstal setiap berganti project. Hal tersebut sangatlah menyebalkan dan memakan waktu untuk pergantian versi Node.js.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saat artikel ini dibuat sudah ada open source project yang dapat mengatur versi dari Node.js yang kita memiliki sesuka hati kita. Kita dapat mengganti versi dari Node.js yang ada di system kita saat ini hanya dengan menggunakan perintah di terminal / bash. Project tersebut adalah NVM. NVM memungkinkan kita dengan mudah menginstal dan mengelola versi Node yang berbeda dan beralih di antara versi berbasis perintah di terminal.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan menggunakan NVM&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
lalu apa sih keuntungan menggunakan NVM? Karena versi Node.js berubah dengan sangat cepat, mengembangkan atau pengujian aplikasi dengan versi yang berbeda sering kali sulit dilakukan. Setelah menggunakan NVM, pergantian antar versi node jadi lebih mudah. NVM sendiri menyimpan seluruh versi Node.js di dalam direktori pengguna. NVM juga menyederhanakan proses instalasi dan kompilasi setiap versi node yang telah kita install.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Install NVM&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Ketika kita ingin memasang NVM ke dalam sistem operasi kita. kita memerlukan terminal / command prompt / bash. Jika kalian pengguna windows dan ingin memasang NVM kalian bisa menggunakan terminal apapun, baik Git Bash, Command Prompt, Powershell, dan yang lainnya. Disini saya merekomendasikan kalian untuk menggunakan Git Bash agar lebih mudah dalam melakukan install. Berikut langkah - langkah yang dapat dilakukan :&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Install NVM, kita dapat menggunakan curl ataupun wget
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight shell"&gt;&lt;code&gt;curl &lt;span class="nt"&gt;-o-&lt;/span&gt; &amp;lt;https://raw.githubusercontent.com/nvm-sh/nvm/v0.37.2/install.sh&amp;gt; | bash
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jika kalian menggunakan Git Bash kalian dapat melakukan eksekusi syntax dibawah ini :
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight shell"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="nb"&gt;export &lt;/span&gt;&lt;span class="nv"&gt;NVM_DIR&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="nv"&gt;$HOME&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;/.nvm"&lt;/span&gt;
&lt;span class="o"&gt;[&lt;/span&gt; &lt;span class="nt"&gt;-s&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="nv"&gt;$NVM_DIR&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;/nvm.sh"&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;&amp;amp;&amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span class="se"&gt;\\&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="nv"&gt;$NVM_DIR&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;/nvm.sh"&lt;/span&gt;  &lt;span class="c"&gt;# This loads nvm &lt;/span&gt;
&lt;span class="o"&gt;[&lt;/span&gt; &lt;span class="nt"&gt;-s&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="nv"&gt;$NVM_DIR&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;/bash_completion"&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;&amp;amp;&amp;amp;&lt;/span&gt; &lt;span class="se"&gt;\\&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="nv"&gt;$NVM_DIR&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;/bash_completion"&lt;/span&gt;  &lt;span class="c"&gt;# This loads nvm bash_completion&lt;/span&gt;
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Setelah menginstal NVM, penting untuk kita memastikan bahwa NVM berhasil terpasang di komputer. kita dapat mengecek versi dari NVM yang terpasang menggunakan perintah
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight shell"&gt;&lt;code&gt;nvm &lt;span class="nt"&gt;--version&lt;/span&gt;
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cara menggunakan NVM&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Dengan menggunakan NVM kita dapat menginstall sebanyak mungkin versi Node.js yang kita inginkan. Untuk melakukan install Node.js menggunakan NVM berikut langkah - langkahnya :&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jika kita ingin memasang versi Node.js paling baru / latest, kita bisa menuliskan perintah di terminal :
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;nvm install node
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jika kita ingin memasang versi Node.js secara spesifik baik mayor atau minor. Kita bisa menuliskan perintah di terminal :
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;nvm install 17.0.1 # Specific minor release 
nvm install 19 # Specify major release only
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ketika telah selesai memasang versi baru Node.js. NVM otomatis akan menggunakan versi tersebut sebagai versi yang sekarang sedang aktif.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah kita memasang beberapa versi dari Node.js menggunakan NVM. kita dapat melihat versi dari seluruh Node.js yang terpasang di komputer kita menggunakan perintah di terminal:
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;nvm ls
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk menggunakan salah satu versi dari Node.js yang telah kita install. ada beberapa cara untuk menggunakannya. Spesifik menggunakan versi mayor atau minor:
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;nvm use 17
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Atau, dapat menggunakan alias seperti node
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;nvm use node
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Setelah selesai memilih versi Node.js yang digunakan. untuk melihat versi yang sedang aktif sekarang kita bisa menggunakan perintah terminal:
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;node -v
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Dengan menggunakan NVM, kita tidak lagi perlu khawatir tentang manajemen versi Node.js yang rumit. Ini adalah alat yang sangat berguna untuk pengembangan JavaScript yang sering bekerja dengan proyek-proyek yang memerlukan versi Node.js yang berbeda. Jadi, jangan ragu untuk mencoba NVM dalam alur kerja pengembangan Anda dan nikmati fleksibilitas yang ditawarkannya!&lt;/p&gt;

</description>
      <category>node</category>
      <category>javascript</category>
      <category>tutorial</category>
      <category>productivity</category>
    </item>
  </channel>
</rss>
