<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel>
    <title>DEV Community: Nikayla Asyfa Putrinur</title>
    <description>The latest articles on DEV Community by Nikayla Asyfa Putrinur (@nikayla_asyfaputrinur_1d).</description>
    <link>https://dev.to/nikayla_asyfaputrinur_1d</link>
    <image>
      <url>https://media2.dev.to/dynamic/image/width=90,height=90,fit=cover,gravity=auto,format=auto/https:%2F%2Fdev-to-uploads.s3.us-east-2.amazonaws.com%2Fuploads%2Fuser%2Fprofile_image%2F4118309%2F9d56a0ef-6ff1-43ca-b962-edd7f95ecd1d.png</url>
      <title>DEV Community: Nikayla Asyfa Putrinur</title>
      <link>https://dev.to/nikayla_asyfaputrinur_1d</link>
    </image>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://dev.to/feed/nikayla_asyfaputrinur_1d"/>
    <language>en</language>
    <item>
      <title>Mudah dan Seru Deploy Website dengan Tencent EdgeOne Makers: Pengalaman Membuat Website Flashcard</title>
      <dc:creator>Nikayla Asyfa Putrinur</dc:creator>
      <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 06:16:19 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/nikayla_asyfaputrinur_1d/mudah-dan-seru-deploy-website-dengan-tencent-edgeone-makers-pengalaman-membuat-website-flashcard-292g</link>
      <guid>https://dev.to/nikayla_asyfaputrinur_1d/mudah-dan-seru-deploy-website-dengan-tencent-edgeone-makers-pengalaman-membuat-website-flashcard-292g</guid>
      <description>&lt;p&gt;Pendahuluan&lt;br&gt;
Bagi saya, deployment website awalnya terdengar seperti proses yang cukup rumit. Setelah website selesai dibuat di komputer sendiri, masih ada tahap untuk membuatnya bisa diakses melalui internet. Ada banyak hal yang perlu dipahami, mulai dari repository, konfigurasi deployment, sampai proses menghubungkan source code dengan layanan hosting.&lt;br&gt;
Dalam kesempatan ini, saya mencoba menggunakan Tencent EdgeOne Makers untuk melakukan deployment sebuah website sederhana yang saya buat sendiri, yaitu website Flashcard. Saya memilih membuat website ini karena ingin mencoba proses deployment menggunakan sebuah project yang benar-benar saya kerjakan dari awal.&lt;br&gt;
Pengalaman ini cukup menarik karena saya bisa melihat secara langsung bagaimana website yang sebelumnya hanya berjalan di komputer sendiri akhirnya dapat diakses secara online.&lt;br&gt;
Membuat Project Flashcard&lt;br&gt;
Website yang saya buat merupakan aplikasi Flashcard sederhana untuk membantu proses belajar. Konsepnya cukup sederhana. Pengguna dapat melihat kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban, kemudian membalik kartu untuk melihat jawabannya.&lt;br&gt;
Saya membuat project ini menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript dalam satu file sehingga struktur project tetap sederhana. Data flashcard juga dapat disimpan menggunakan localStorage.&lt;br&gt;
Saya sengaja membuat project yang sederhana terlebih dahulu karena tujuan utama saya adalah memahami workflow deployment. Dengan project sederhana, saya bisa lebih fokus mempelajari bagaimana source code dari komputer dapat dipublikasikan menjadi sebuah website yang bisa diakses melalui internet.&lt;br&gt;
Menghubungkan Project dengan GitHub&lt;br&gt;
Setelah website selesai dibuat dan dapat dijalankan secara lokal, saya membuat repository GitHub untuk menyimpan source code project tersebut.&lt;br&gt;
Saya menggunakan Git untuk memasukkan file website ke repository. Setelah proses push berhasil, source code website sudah tersimpan di GitHub dan siap digunakan untuk proses deployment.&lt;br&gt;
Menurut saya, penggunaan GitHub dalam workflow ini cukup membantu karena source code menjadi lebih terorganisir. Selain itu, perubahan pada project juga dapat dilacak melalui repository.&lt;br&gt;
Deployment Menggunakan Tencent EdgeOne Makers&lt;br&gt;
Tahap berikutnya adalah melakukan deployment menggunakan Tencent EdgeOne Makers.&lt;br&gt;
Saya membuat project baru dan menghubungkannya dengan repository GitHub yang berisi website Flashcard. Pada konfigurasi project, saya memilih branch utama yang digunakan untuk deployment.&lt;br&gt;
Karena website yang saya buat merupakan website statis, konfigurasi deployment yang dibutuhkan juga cukup sederhana. Tidak diperlukan backend atau database untuk menjalankan aplikasi Flashcard ini.&lt;br&gt;
Setelah konfigurasi selesai, saya menjalankan proses deployment. Tencent EdgeOne Makers kemudian mengambil source code dari repository dan melakukan proses yang diperlukan sampai website berhasil dipublikasikan.&lt;br&gt;
Bagian yang menurut saya paling menarik adalah ketika proses deployment selesai. Website yang sebelumnya hanya bisa saya buka melalui komputer sendiri akhirnya mempunyai alamat yang dapat digunakan untuk mengaksesnya secara online.&lt;br&gt;
Pengalaman Menggunakan EdgeOne Makers&lt;br&gt;
Setelah mencoba langsung, saya merasa Tencent EdgeOne Makers cukup menarik untuk digunakan sebagai bagian dari proses belajar deployment website.&lt;br&gt;
Hal yang paling saya rasakan adalah workflow-nya cukup mudah dipahami. Saya tidak perlu mempersiapkan server secara manual untuk website Flashcard sederhana ini. Source code cukup disiapkan dalam repository, kemudian project tersebut dihubungkan dengan EdgeOne Makers dan dikonfigurasi sesuai kebutuhan.&lt;br&gt;
Proses ini juga membuat saya lebih memahami hubungan antara beberapa hal yang sebelumnya saya pelajari secara terpisah, yaitu coding, GitHub, dan deployment.&lt;br&gt;
Bagi saya, pengalaman seperti ini lebih mudah dipahami dibandingkan hanya mempelajari teori deployment. Saya bisa melihat sendiri alurnya mulai dari membuat website, menyimpan source code di GitHub, melakukan konfigurasi, menjalankan deployment, hingga mendapatkan website yang bisa diakses secara online.&lt;br&gt;
Hasil Akhir&lt;br&gt;
Setelah deployment berhasil, website Flashcard saya dapat diakses secara online. Dari proses ini saya mendapatkan pengalaman baru mengenai bagaimana sebuah website statis dapat dipublikasikan menggunakan layanan cloud.&lt;br&gt;
Project Flashcard ini memang masih sederhana, tetapi proses pembuatannya memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai workflow deployment modern. Ke depannya, saya ingin mencoba project yang lebih kompleks dan memahami lebih jauh mengenai cloud, networking, backend, serta deployment aplikasi.&lt;br&gt;
Kesimpulan&lt;br&gt;
Mencoba Tencent EdgeOne Makers menjadi pengalaman yang cukup seru bagi saya karena saya tidak hanya membuat sebuah website, tetapi juga mempelajari bagaimana website tersebut dapat dipublikasikan dan diakses melalui internet.&lt;br&gt;
Dari project sederhana ini saya belajar bahwa deployment tidak harus selalu dimulai dengan konfigurasi server yang kompleks. Dengan memahami dasar GitHub, source code, konfigurasi project, dan deployment, prosesnya dapat menjadi lebih mudah untuk dipelajari.&lt;br&gt;
Pengalaman membuat dan melakukan deployment website Flashcard ini juga menjadi langkah kecil bagi saya untuk terus mempelajari teknologi cloud dan pengembangan aplikasi.&lt;/p&gt;

</description>
      <category>tencentedgeone</category>
      <category>edgeonemakers</category>
      <category>codepolitan</category>
      <category>edgeone</category>
    </item>
  </channel>
</rss>
