<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel>
    <title>DEV Community: Muhammad Fauzi</title>
    <description>The latest articles on DEV Community by Muhammad Fauzi (@whoame3f).</description>
    <link>https://dev.to/whoame3f</link>
    <image>
      <url>https://media2.dev.to/dynamic/image/width=90,height=90,fit=cover,gravity=auto,format=auto/https:%2F%2Fdev-to-uploads.s3.us-east-2.amazonaws.com%2Fuploads%2Fuser%2Fprofile_image%2F1356806%2F5e66f676-e40b-43e0-9e6a-c97f819b73fb.jpeg</url>
      <title>DEV Community: Muhammad Fauzi</title>
      <link>https://dev.to/whoame3f</link>
    </image>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://dev.to/feed/whoame3f"/>
    <language>en</language>
    <item>
      <title>Ketika AI Menggantikan Pekerjaan Manusia: Ancaman atau Peluang?</title>
      <dc:creator>Muhammad Fauzi</dc:creator>
      <pubDate>Sat, 15 Aug 2026 09:14:24 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/whoame3f/ketika-ai-menggantikan-pekerjaan-manusia-ancaman-atau-peluang-138d</link>
      <guid>https://dev.to/whoame3f/ketika-ai-menggantikan-pekerjaan-manusia-ancaman-atau-peluang-138d</guid>
      <description>&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;description: "Analisis komprehensif mengenai dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap masa depan dunia kerja, Society 5.0, dan perspektif Estetika Humanisme."&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh:&lt;/strong&gt; Muhammad Fauzi – &lt;em&gt;Mahasiswa Universitas Siber Asia&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;




&lt;p&gt;&lt;a href="https://media2.dev.to/dynamic/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.us-east-2.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fvoejaq93i2zqwbt6u2zy.jpeg" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media2.dev.to/dynamic/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.us-east-2.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fvoejaq93i2zqwbt6u2zy.jpeg" alt=" " width="800" height="533"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;




&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;📌 &lt;strong&gt;Highlight Utama:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;📊 &lt;strong&gt;Proyeksi WEF 2025–2030:&lt;/strong&gt; 170 juta pekerjaan baru tercipta vs 92 juta pekerjaan terdisrupsi (Potensi net +78 juta).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;💡 &lt;strong&gt;Riset ILO (2025):&lt;/strong&gt; AI lebih cenderung &lt;em&gt;meng-augmentasi&lt;/em&gt; (memperkuat) pekerjaan daripada menghancurkannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;🏛️ &lt;strong&gt;Estetika Humanisme &amp;amp; Society 5.0:&lt;/strong&gt; Teknologi harus berpusat pada manusia (&lt;em&gt;human-centered&lt;/em&gt;). AI menggantikan tugas rutin, tetapi tidak menggantikan empati dan nilai kemanusiaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/blockquote&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  Pendahuluan
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Perkembangan teknologi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan tersebut semakin cepat dengan hadirnya &lt;strong&gt;Artificial Intelligence (AI)&lt;/strong&gt; atau kecerdasan buatan. AI yang sebelumnya mungkin hanya dikenal dalam film atau sebagai teknologi masa depan, sekarang sudah dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari mencari informasi, membuat tulisan, menerjemahkan bahasa, membuat gambar, membantu pemrograman, menganalisis data, hingga membantu pekerjaan di berbagai bidang.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Perkembangan tersebut tentu membawa banyak manfaat. Namun, di sisi lain muncul kekhawatiran bahwa kemampuan AI yang semakin tinggi dapat menyebabkan sebagian pekerjaan manusia hilang. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan karena AI saat ini tidak hanya digunakan untuk pekerjaan fisik, tetapi juga mulai masuk ke pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan kemampuan berpikir dan kreativitas manusia.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;World Economic Forum dalam &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Future of Jobs Report 2025&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memperkirakan bahwa hingga tahun 2030 akan terjadi perubahan besar pada dunia kerja. Laporan tersebut memperkirakan:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;🚀 &lt;strong&gt;170 juta pekerjaan baru&lt;/strong&gt; dapat tercipta.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;⚠️ &lt;strong&gt;92 juta pekerjaan&lt;/strong&gt; dapat terdampak hingga hilang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;📈 &lt;strong&gt;Potensi net kenaikan:&lt;/strong&gt; sekitar &lt;strong&gt;78 juta pekerjaan baru&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Namun, perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja akan ikut berubah (World Economic Forum, 2025).&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kondisi tersebut kemudian menimbulkan sebuah pertanyaan penting: &lt;strong&gt;ketika AI semakin mampu melakukan pekerjaan manusia, apakah AI merupakan ancaman atau justru sebuah peluang?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;"AI tidak dapat dilihat hanya sebagai ancaman ataupun peluang. AI adalah teknologi yang dampaknya sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya. Persoalan sebenarnya bukan hanya mengenai apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia, tetapi bagaimana manusia dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  AI dan Perubahan Dunia Kerja
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Perubahan dunia kerja akibat teknologi sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sejak revolusi industri, manusia telah menggunakan mesin untuk membantu melakukan berbagai pekerjaan. Mesin dapat membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu yang lebih singkat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, AI memiliki karakteristik yang berbeda. Teknologi ini mulai mampu membantu pekerjaan yang sebelumnya dianggap membutuhkan kemampuan berpikir manusia. AI dapat membuat teks, mengolah informasi, membantu membuat desain, menerjemahkan bahasa, menganalisis data, dan membantu membuat program komputer.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;International Labour Organization (ILO) dalam kajiannya pada 2025 menjelaskan bahwa dampak &lt;em&gt;generative AI&lt;/em&gt; terhadap pekerjaan perlu dilihat berdasarkan tugas-tugas yang ada dalam suatu pekerjaan, bukan hanya berdasarkan nama profesinya. &lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;💡 &lt;strong&gt;Temuan Penting ILO (2025):&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
ILO bahkan menekankan bahwa generative AI &lt;strong&gt;“is more likely to augment than destroy jobs”&lt;/strong&gt;, karena AI dalam banyak kasus lebih mungkin mengambil alih sebagian tugas daripada menggantikan keseluruhan pekerjaan.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Pandangan tersebut memberikan perspektif yang menarik. Ketika seseorang menggunakan AI untuk membuat rancangan laporan, misalnya, bukan berarti seluruh pekerjaan orang tersebut telah digantikan. AI mungkin membantu membuat rancangan awal, tetapi manusia masih perlu memeriksa informasi, memahami konteks, menentukan keputusan, dan bertanggung jawab atas hasil akhirnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dengan demikian, perubahan yang terjadi tidak selalu berarti manusia kehilangan pekerjaan karena AI, tetapi dapat berarti &lt;strong&gt;pekerjaan manusia berubah karena adanya AI&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  AI sebagai Ancaman bagi Pekerjaan Manusia
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Walaupun AI memiliki banyak manfaat, kekhawatiran mengenai kehilangan pekerjaan tetap harus diperhatikan. Tidak semua pekerjaan memiliki tingkat risiko yang sama. Pekerjaan yang terdiri dari tugas-tugas rutin dan berulang akan lebih mudah dibantu atau diotomatisasi menggunakan teknologi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Misalnya, beberapa pekerjaan administratif yang berulang dapat dilakukan dengan sistem otomatis. Begitu juga dengan pekerjaan yang membutuhkan pemrosesan data dalam jumlah besar. Jika suatu pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih murah menggunakan teknologi, perusahaan tentu memiliki alasan ekonomi untuk mempertimbangkan penggunaan teknologi tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Masalahnya, kemampuan untuk beradaptasi dengan AI tidak dimiliki semua orang secara sama. Seseorang yang sudah terbiasa menggunakan teknologi mungkin lebih mudah mengikuti perubahan dibandingkan seseorang yang belum mendapatkan kesempatan untuk belajar.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;World Economic Forum juga menunjukkan bahwa perubahan teknologi akan meningkatkan kebutuhan terhadap keterampilan baru:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;💻 &lt;strong&gt;Keterampilan Teknis:&lt;/strong&gt; AI dan &lt;em&gt;big data&lt;/em&gt;, jaringan, serta keamanan siber.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;🧠 &lt;strong&gt;Keterampilan Humanis:&lt;/strong&gt; Berpikir kreatif, ketahanan (&lt;em&gt;resilience&lt;/em&gt;), fleksibilitas, dan kemampuan bekerja sama.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;⚠️ &lt;strong&gt;Peringatan Utama:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Ancaman terbesar mungkin bukan hanya AI itu sendiri, melainkan &lt;strong&gt;ketidaksiapan manusia menghadapi perubahan&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Selain itu, ada risiko lain yang tidak kalah penting, yaitu &lt;strong&gt;ketergantungan terhadap AI&lt;/strong&gt;. Jika manusia terlalu sering menyerahkan proses berpikir kepada teknologi, manusia dapat kehilangan kebiasaan untuk memeriksa, mempertanyakan, dan mengambil keputusan secara mandiri. Karena itu, penggunaan AI tetap membutuhkan &lt;strong&gt;kemampuan berpikir kritis&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  AI sebagai Peluang bagi Manusia
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Di sisi lain, AI juga memberikan peluang yang sangat besar. AI dapat membantu manusia mengerjakan tugas yang membutuhkan waktu lama sehingga manusia dapat menggunakan waktunya untuk pekerjaan yang lebih penting.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebagai contoh, seorang pekerja dapat menggunakan AI untuk mencari dan mengelompokkan informasi, membuat rancangan awal sebuah dokumen, atau membantu menganalisis data. Setelah itu, manusia dapat menggunakan waktu yang tersedia untuk memeriksa hasil, mengambil keputusan, berdiskusi dengan rekan kerja, atau mengembangkan ide baru.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dengan cara seperti ini, AI tidak harus diposisikan sebagai pesaing manusia. &lt;strong&gt;AI dapat menjadi alat yang meningkatkan kemampuan manusia (&lt;em&gt;augmentation tool&lt;/em&gt;).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Data World Economic Forum juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya berkaitan dengan hilangnya pekerjaan. Laporan &lt;em&gt;Future of Jobs 2025&lt;/em&gt; memperkirakan adanya penciptaan pekerjaan baru dalam jumlah besar hingga 2030. Beberapa pekerjaan yang diperkirakan berkembang pesat meliputi:&lt;/p&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;📊 &lt;strong&gt;Spesialis Big Data&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;💳 &lt;strong&gt;Fintech Engineer&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;🤖 &lt;strong&gt;Spesialis AI dan Machine Learning&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p&gt;Artinya, perkembangan AI dapat menghilangkan beberapa jenis pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan dan kebutuhan keterampilan baru.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bagi mahasiswa dan generasi muda, hal ini seharusnya menjadi motivasi untuk terus belajar. Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi. Kita juga harus memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan secara &lt;strong&gt;benar dan bertanggung jawab&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  Perspektif Human Literacy: Apa yang Membuat Manusia Tetap Berharga?
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Pertanyaan yang menurut saya paling menarik bukanlah &lt;em&gt;“Apakah AI dapat menggantikan manusia?”&lt;/em&gt;, melainkan:&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;❓ &lt;em&gt;“Apa yang membuat manusia tetap bernilai ketika AI semakin pintar?”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;AI dapat membuat tulisan, gambar, kode program, dan berbagai bentuk pekerjaan lainnya. Namun, manusia memiliki sesuatu yang tidak dapat dilihat hanya dari hasil pekerjaan, yaitu &lt;strong&gt;pengalaman, perasaan, nilai moral, empati, dan hubungan sosial&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;Emosi &amp;amp; Hubungan Sosial:&lt;/strong&gt; AI dapat membantu membuat pesan untuk seseorang yang mengalami masalah. Namun, memahami perasaan orang tersebut secara mendalam membutuhkan hubungan dan pengalaman manusia. Manusia dapat mempertimbangkan situasi berdasarkan ekspresi, pengalaman bersama, hubungan emosional, dan konteks sosial.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;Etika &amp;amp; Kebijakan:&lt;/strong&gt; Hal yang sama berlaku dalam pengambilan keputusan. AI dapat memberikan rekomendasi berdasarkan data. Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan manusia yang mampu mempertimbangkan nilai, etika, risiko, dan dampak keputusan terhadap orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Dalam konteks inilah &lt;strong&gt;Human Literacy&lt;/strong&gt; menjadi sangat penting.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;UNESCO pada 2026 melalui &lt;strong&gt;&lt;em&gt;AI Competency Framework for Students&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menekankan pentingnya kompetensi yang membantu peserta didik menghadapi perkembangan AI. Framework tersebut mencakup &lt;strong&gt;12 kompetensi dalam 4 dimensi&lt;/strong&gt;, dan menempatkan kemampuan manusia dalam memahami serta menggunakan AI secara bertanggung jawab sebagai bagian penting dari pendidikan. UNESCO juga menempatkan &lt;em&gt;human agency&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;critical thinking&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;ethics&lt;/em&gt; sebagai pilar utama.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Menurut saya, hal tersebut sangat sesuai dengan pembelajaran &lt;strong&gt;Estetika Humanisme&lt;/strong&gt;. Manusia tidak seharusnya hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus tetap menjadi pihak yang mampu menentukan bagaimana teknologi digunakan. AI dapat membantu manusia menghasilkan sesuatu, tetapi manusia tetap harus menentukan &lt;strong&gt;mengapa&lt;/strong&gt; sesuatu itu dibuat, &lt;strong&gt;untuk siapa&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;apa manfaatnya&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;apa risikonya&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;apakah hal tersebut benar secara etika&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;




&lt;p&gt;&lt;a href="https://media2.dev.to/dynamic/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.us-east-2.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fogcxz3l5y15969igelh3.jpeg" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media2.dev.to/dynamic/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.us-east-2.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fogcxz3l5y15969igelh3.jpeg" alt=" " width="800" height="533"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  AI dan Society 5.0: Teknologi untuk Manusia
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Perkembangan AI juga memiliki hubungan erat dengan konsep &lt;strong&gt;Society 5.0&lt;/strong&gt;. Pemerintah Jepang menjelaskan Society 5.0 sebagai &lt;strong&gt;“a human-centered society”&lt;/strong&gt;, yaitu masyarakat yang berpusat pada manusia dan berusaha menggabungkan perkembangan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui integrasi ruang fisik dan ruang siber.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Menurut saya, konsep tersebut sangat relevan ketika kita membahas AI dan pekerjaan manusia:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Teknologi seharusnya &lt;strong&gt;tidak hanya dikembangkan karena manusia mampu membuatnya&lt;/strong&gt;, melainkan karena dapat memberikan &lt;strong&gt;manfaat bagi kehidupan manusia&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika AI dapat membantu dokter mengolah informasi lebih cepat, membantu guru membuat bahan pembelajaran, membantu pekerja mengolah data, atau membantu menyelesaikan pekerjaan administratif, maka AI memberikan manfaat yang besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Namun, jika AI digunakan hanya untuk mengurangi jumlah tenaga kerja tanpa memikirkan bagaimana manusia yang terdampak dapat beradaptasi, maka perkembangan teknologi tersebut perlu dipertimbangkan kembali dari sisi kemanusiaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;🌟 &lt;strong&gt;Filosofi Utama:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Ukuran keberhasilan AI tidak seharusnya hanya berdasarkan seberapa banyak pekerjaan manusia yang dapat dilakukan oleh mesin, tetapi seberapa besar teknologi tersebut mampu &lt;strong&gt;meningkatkan kualitas hidup manusia&lt;/strong&gt;. Inilah salah satu makna penting dari pendekatan &lt;em&gt;human-centered&lt;/em&gt; dalam Society 5.0.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  Sikap yang Seharusnya Dimiliki Manusia
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Menurut saya, manusia tidak perlu takut secara berlebihan terhadap AI. Namun, manusia juga tidak boleh menerima teknologi tersebut tanpa berpikir kritis.&lt;/p&gt;

&lt;h3&gt;
  
  
  1. Meningkatkan AI Literacy
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kita perlu memahami apa yang dapat dilakukan AI, apa keterbatasannya, bagaimana memanfaatkannya, dan bagaimana menghindari penggunaannya secara tidak bertanggung jawab.&lt;/p&gt;

&lt;h3&gt;
  
  
  2. Peran Strategis Pendidikan
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Mahasiswa tidak cukup hanya belajar teori di bidang masing-masing, tetapi perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. UNESCO pada 2025–2026 menjalankan inisiatif &lt;strong&gt;&lt;em&gt;AI for Skills Development in Higher Education&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang menekankan integrasi AI secara &lt;strong&gt;“responsible, ethical and human-centred”&lt;/strong&gt;. Pendidikan tidak hanya mengajarkan mahasiswa cara menggunakan AI, tetapi bagaimana &lt;strong&gt;berpikir saat menggunakan AI&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;h3&gt;
  
  
  3. Mengasah Human Skills Kunci
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Kemampuan dasar manusia yang harus terus dikembangkan meliputi:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;🗣️ &lt;strong&gt;Komunikasi &amp;amp; Kepemimpinan&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;🎨 &lt;strong&gt;Kreativitas &amp;amp; Empati&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;❤️ &lt;strong&gt;Emotional Intelligence &amp;amp; Kerja Sama&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;🧠 &lt;strong&gt;Berpikir Kritis (&lt;em&gt;Critical Thinking&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;💡 &lt;strong&gt;Prinsip Penting:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Kita tidak perlu berusaha menjadi manusia yang lebih cepat daripada mesin dalam melakukan pekerjaan yang sama. Kita perlu menjadi &lt;strong&gt;manusia yang mampu menggunakan mesin dengan bijak&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  Refleksi dan Opini Penulis
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Menurut saya, pertanyaan &lt;em&gt;“Apakah AI akan menggantikan manusia?”&lt;/em&gt; sebenarnya bukan pertanyaan yang paling tepat. Pertanyaan yang lebih penting adalah:&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;🎯 &lt;em&gt;“Bagaimana manusia dapat bekerja bersama AI tanpa kehilangan nilai kemanusiaannya?”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;

&lt;p&gt;Jika manusia hanya memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan rutin yang dapat dilakukan mesin, pekerjaan tersebut memang semakin mudah untuk digantikan. Namun, manusia memiliki kemampuan yang lebih luas daripada sekadar menyelesaikan tugas. Manusia dapat memahami perasaan orang lain, membangun hubungan, mempertimbangkan nilai moral, memahami konteks sosial, belajar dari pengalaman, serta memberikan makna terhadap sesuatu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Karena itu, saya melihat AI &lt;strong&gt;lebih sebagai peluang untuk berkembang daripada hanya sebagai ancaman&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Namun, peluang tersebut tidak akan muncul secara otomatis. Manusia harus mau belajar dan beradaptasi. Kita juga harus memahami bahwa tidak semua informasi yang diberikan AI selalu benar (&lt;em&gt;hallucination&lt;/em&gt;). AI tetap dapat menghasilkan kesalahan, sehingga manusia harus memiliki kemampuan untuk memeriksa dan mempertanyakan hasilnya. Di sinilah &lt;strong&gt;kemampuan berpikir kritis&lt;/strong&gt; menjadi sangat penting.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saya juga berpendapat bahwa generasi muda tidak seharusnya hanya berlomba menjadi pengguna AI yang paling cepat. Yang lebih penting adalah menjadi &lt;strong&gt;pengguna AI yang paling bertanggung jawab&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;AI boleh membantu kita membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi &lt;strong&gt;keputusan tetap harus berada di tangan manusia&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;AI boleh memberikan rekomendasi, tetapi &lt;strong&gt;manusia tetap harus memahami konsekuensinya&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;AI boleh membantu menghasilkan sebuah karya, mebikin karya tetap memerlukan &lt;strong&gt;tanggung jawab penuh manusia&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Dengan demikian, teknologi tidak menghilangkan manusia dari pusat kehidupan. Justru manusia harus memastikan bahwa teknologi tetap berada di tempat yang seharusnya, yaitu sebagai &lt;strong&gt;alat untuk membantu manusia&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  Kesimpulan
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Perkembangan AI memang membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Beberapa pekerjaan dan tugas manusia berpotensi mengalami otomatisasi, sementara pekerjaan lain akan berubah dan jenis pekerjaan baru juga akan muncul. Data ILO dan World Economic Forum menunjukkan bahwa dampak AI terhadap dunia kerja tidak sesederhana menggambarkan manusia akan kehilangan seluruh pekerjaannya. Perubahan lebih banyak terjadi pada &lt;strong&gt;tugas, keterampilan, dan cara manusia bekerja&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;🔴 &lt;strong&gt;Ancaman:&lt;/strong&gt; Apabila manusia tidak memiliki kesempatan dan kemampuan untuk beradaptasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;🟢 &lt;strong&gt;Peluang:&lt;/strong&gt; Apabila manusia mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Dalam perspektif &lt;strong&gt;Estetika Humanisme&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Human Literacy&lt;/strong&gt;, manusia tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan. Manusia memiliki nilai melalui empati, kreativitas, kesadaran, hubungan sosial, moral, dan kemampuan memberikan makna terhadap kehidupan. Konsep &lt;strong&gt;Society 5.0&lt;/strong&gt; juga mengingatkan bahwa teknologi harus tetap berorientasi pada manusia (&lt;em&gt;human-centered&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;🏁 &lt;strong&gt;Kesimpulan Akhir:&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Pada akhirnya, masa depan bukan hanya tentang &lt;strong&gt;AI melawan manusia&lt;/strong&gt;, tetapi tentang bagaimana &lt;strong&gt;AI dan manusia dapat bekerja bersama&lt;/strong&gt;. AI mungkin dapat menggantikan sebagian pekerjaan manusia, tetapi &lt;strong&gt;AI tidak seharusnya menggantikan nilai kemanusiaan itu sendiri&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;




&lt;h2&gt;
  
  
  📚 Daftar Pustaka
&lt;/h2&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;Cabinet Office, Government of Japan.&lt;/strong&gt; (2026). &lt;em&gt;Society 5.0&lt;/em&gt;. Government of Japan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;International Labour Organization.&lt;/strong&gt; (2023). &lt;em&gt;Generative AI likely to augment rather than destroy jobs&lt;/em&gt;. ILO.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;International Labour Organization.&lt;/strong&gt; (2025). &lt;em&gt;Generative AI and Jobs: A Refined Global Index of Occupational Exposure&lt;/em&gt;. ILO Working Paper 140.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;International Labour Organization.&lt;/strong&gt; (2025). &lt;em&gt;Generative AI and Jobs: A 2025 Update&lt;/em&gt;. ILO Research Brief.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;UNESCO.&lt;/strong&gt; (2024, updated 2026). &lt;em&gt;AI Competency Framework for Students&lt;/em&gt;. UNESCO.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;UNESCO.&lt;/strong&gt; (2025–2026). &lt;em&gt;AI for Skills Development in Higher Education&lt;/em&gt;. UNESCO.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;World Economic Forum.&lt;/strong&gt; (2025). &lt;em&gt;The Future of Jobs Report 2025&lt;/em&gt;. World Economic Forum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;World Economic Forum.&lt;/strong&gt; (2025). &lt;em&gt;Future of Jobs Report 2025: 78 Million New Job Opportunities by 2030, but Urgent Upskilling Needed to Prepare Workforces&lt;/em&gt;. World Economic Forum.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

</description>
      <category>ai</category>
      <category>career</category>
      <category>technology</category>
      <category>productivit</category>
    </item>
    <item>
      <title>"I Forgot my Linux root Password!!😥" DO THIS!! Resetting the Root Password</title>
      <dc:creator>Muhammad Fauzi</dc:creator>
      <pubDate>Tue, 02 Apr 2024 12:45:05 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/whoame3f/i-forgot-my-linux-root-password-do-this-resetting-the-root-password-1i22</link>
      <guid>https://dev.to/whoame3f/i-forgot-my-linux-root-password-do-this-resetting-the-root-password-1i22</guid>
      <description>&lt;h2&gt;
  
  
  Resetting the Root Password from the Boot Loader
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Mereset password &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt; harus bisa dilakukan oleh system administrator. Ada beberapa metode untuk menetapkan &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt; kata sandi baru. Seorang administrator sistem dapat &lt;em&gt;mem-boot sistem&lt;/em&gt; menggunakan &lt;strong&gt;Live CD&lt;/strong&gt;, memasang sistem file &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt; dari sana, dan mengedit file &lt;em&gt;/etc/shadow&lt;/em&gt;. Pada bagian ini, kami mengeksplorasi metode yang tidak memerlukan penggunaan media eksternal.&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Nyalakan ulang sistem. Tekan &lt;strong&gt;Ctrl + Alt + Del&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Hentikan hitungan mundur boot loader dengan menekan tombol apa saja, kecuali &lt;strong&gt;Enter&lt;/strong&gt; , misalnya saya tekan &lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt; .&lt;br&gt;
&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fgeqfk2ojt2yv044cb884.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fgeqfk2ojt2yv044cb884.png" alt="Image description" width="509" height="286"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Pindahkan kursor ke entri kernel untuk boot.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Tekan &lt;strong&gt;e&lt;/strong&gt; untuk mengedit entri yang dipilih.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Pindahkan kursor ke baris perintah kernel &lt;em&gt;(baris yang dimulai dengan linux)&lt;/em&gt;. Kemudian tekan tombol &lt;strong&gt;End&lt;/strong&gt; untuk memindahkan kursor ke baris paling akhir.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Menambahkan &lt;strong&gt;rd.break&lt;/strong&gt;. Dengan opsi itu, sistem akan rusak tepat sebelum sistem menyerahkan kendali dari sistem &lt;em&gt;initramfs&lt;/em&gt; ke sistem sebenarnya.&lt;br&gt;
&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2F0h2ghh1duzubf4qb3vix.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2F0h2ghh1duzubf4qb3vix.png" alt="Image description" width="508" height="282"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Tekan &lt;strong&gt;Ctrl + x&lt;/strong&gt; untuk keluar dan booting menggunakan konfigurasi yang dimodifikasi.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Saat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;switch_root&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; diminta, pasang kembali &lt;em&gt;/sysroot&lt;/em&gt; sistem file &lt;em&gt;read/write&lt;/em&gt;, lalu gunakan &lt;strong&gt;chroot&lt;/strong&gt; untuk masuk ke &lt;strong&gt;chroot&lt;/strong&gt; di &lt;em&gt;/sysroot&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;switch_root:/# mount -o remount,rw /sysroot
switch_root:/# chroot /sysroot
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tetapkan kata sandi baru &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt;.
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;sh-4.4# passwd root
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pastikan semua file yang tidak berlabel, termasuk &lt;em&gt;/etc/shadow&lt;/em&gt; diberi label ulang saat boot.
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;sh-4.4# touch /.autorelabel
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gunakan comand &lt;strong&gt;exit&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;dua kali&lt;/em&gt;. Perintah &lt;em&gt;pertama keluar dari chroot&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kedua keluar dari&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;initramfs&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;debug shel&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; _merelabel ulang _semua file saat booting lagi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2&gt;
  
  
  Inspecting Logs
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Melihat &lt;strong&gt;log&lt;/strong&gt; dari &lt;em&gt;boot yang gagal&lt;/em&gt; sebelumnya dapat bermanfaat. Gunakanlah &lt;em&gt;jurnalctl&lt;/em&gt;. Secara default jurnal sistem diimpan di direktori &lt;em&gt;/run/log/journal&lt;/em&gt; dan akan &lt;em&gt;dihapus&lt;/em&gt; saat &lt;strong&gt;sistem di boot ulang&lt;/strong&gt;. Sendangkan yang disimpan di &lt;em&gt;/var/log/journal&lt;/em&gt; akan tetap ada saat &lt;strong&gt;reboot&lt;/strong&gt;. Setel storage ke persistant dalam /etc/systemd/journal.conf.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[root@host ~]# vim /etc/systemd/journald.conf
...output omitted...
[Journal]
Storage=persistent
...output omitted...
[root@host ~]# systemctl restart systemd-journald.service
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;Untuk memeriksa log boot sebelumnya gunakan &lt;strong&gt;journalctl -b&lt;/strong&gt;. dengan &lt;em&gt;angka negatif sebagai argumen&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[root@host ~]# journalctl -b -1 -p err
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;h2&gt;
  
  
  Repairing Systemd Boot Issues
&lt;/h2&gt;

&lt;h3&gt;
  
  
  Enabling the Early Debug Shell
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Enable&lt;/strong&gt; kan service &lt;strong&gt;debug-shell&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;systemctl enable debug-shell.service&lt;/strong&gt;, sistem memunculkan &lt;em&gt;root shell&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;TTY9( Ctrl + Alt + F9 )&lt;/strong&gt; di &lt;em&gt;awal selama booting&lt;/em&gt;. Shel otomatis login sebagai &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt;, memungkinkan &lt;em&gt;debuging&lt;/em&gt; saaat system sedang booting. Jan gan lupa untuk mematikan service ini setelah debuging.&lt;/p&gt;

&lt;h3&gt;
  
  
  Using the Emergency and Rescue Targets
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Dengan menambahkan salah satu &lt;strong&gt;systemd.unit=rescue.target&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;systemd.unit=emergency.target&lt;/strong&gt; ke baris perintah kernel dari &lt;em&gt;boot loader&lt;/em&gt;, sistem akan memunculkan shell penyelamat atau darurat alih-alih memulai secara normal. Kedua shell ini memerlukan &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;kata sandi&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;
Tulis &lt;strong&gt;mount -o remount,rw /&lt;/strong&gt; agar _root mendapat izin untuk membuat perubahan /etc/fstab _.&lt;/p&gt;

&lt;h3&gt;
  
  
  Mengidentifikasi Pekerjaan yang Terjebak
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Selama &lt;strong&gt;startup&lt;/strong&gt;, systemd memunculkan sejumlah pekerjaan. Jika beberapa pekerjaan ini &lt;em&gt;tidak dapat diselesaikan&lt;/em&gt;, maka pekerjaan lain akan diblokir agar tidak dapat dijalankan. Untuk memeriksa daftar &lt;em&gt;pekerjaan saat ini&lt;/em&gt; , administrator dapat menggunakan perintah &lt;strong&gt;systemctl list-jobs&lt;/strong&gt; . &lt;/p&gt;

</description>
      <category>webdev</category>
      <category>ramadhanbersamaredhat</category>
      <category>linux</category>
      <category>redhat</category>
    </item>
    <item>
      <title>Managing SELinux is easy v:(Indonesian Version)</title>
      <dc:creator>Muhammad Fauzi</dc:creator>
      <pubDate>Fri, 22 Mar 2024 11:56:46 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/whoame3f/managing-selinux-is-easy-vindonesian-version-3ap7</link>
      <guid>https://dev.to/whoame3f/managing-selinux-is-easy-vindonesian-version-3ap7</guid>
      <description>&lt;h1&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;A. Controlling SELinux File Contexts&lt;/strong&gt;
&lt;/h1&gt;

&lt;p&gt;Ketika suatu system menjalankan &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt;, semua proses dan file diberi label. Hal itu untuk mewakili keamanan yang relevan, biasanya dikenal dengan &lt;em&gt;konteks&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt;. File baru yang dibuat pada direktori biasanya labelnya akan mengikuti direktory induknya, untuk memastikan file itu memiliki konteks yang tepat. &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pada umumnya konsep tersebut dapat dirusak. &lt;br&gt;
&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, ketika kita membuat suatu file dalm direktory kemudian labelnya akan mengikuti directory induknya, namun ketika kita &lt;em&gt;memindahkannya&lt;/em&gt; ke directory yang berbedadengan comand &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mov&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; file yang dipindahkan tetap akan memiliki &lt;em&gt;label yang sama dengan directory dimana ia dibuat&lt;/em&gt; bukan directory di mana ia dipindahkan. &lt;br&gt;
&lt;strong&gt;Dua&lt;/strong&gt;, dengan &lt;strong&gt;menyalin&lt;/strong&gt; file dari directory asalnya kedirectory &lt;em&gt;tujuan dengan mempertahankan konteks SELinuxnya&lt;/em&gt;, misalnya dengan comand &lt;strong&gt;&lt;em&gt;cp -a&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, konteks &lt;strong&gt;SELinuk&lt;/strong&gt; akan &lt;em&gt;mempertahankan file asli dari file yang di copy&lt;/em&gt;. Namun jika kita hanya menggunakan perintah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;cp&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; file yang kita copy labelnya akan &lt;em&gt;mengikuti di directory mana file tersebut ditujukan&lt;/em&gt;. Gunakan comand &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ls -Z&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; melihat konteks &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; pada sebuah file dan ls -Zd  untuk melihat konteks &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; sebuah directory. &lt;strong&gt;Semoga mudah dipahami 😊.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;Changing the SELinux context of a file&lt;/strong&gt;
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;Beberapa cara untuk mengubah konteks  sebuah file pada Linux. &lt;strong&gt;Gass kita oprek-oprek!&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. semanage fcontext&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;Adalah suatu metode untuk mendeklarasikan label default untuk sebuah file yang kemudian menerapkan konteks tersebut ke file dengan command  restorasicon&lt;/em&gt;. Hal ini dapat memastikan bahwa pelabelan akan sesuai dengan keinginan bahkan setelah system diberi &lt;strong&gt;relabled&lt;/strong&gt;/pelabelan ulang secara menyeluruh.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[root@host ~]# ls -Z /var/www/html/file*
unconfined_u:object_r: user_tmp_t:s0 /var/www/html/file1  unconfined_u:object_r: httpd_sys_content_t:s0/var/www/html/file2
[root@host ~]# semanage fcontext -l
...keluaran dihilangkan...
/var/www(/.*)? semua file system_u:object_r:httpd_sys_content_t:s0
...keluaran dihilangkan... 
[root@host; ~]# restorecon -Rv /var/www/
Relabeled/var/www/html/ file1dari unconfined_u:object_r: user_tmp_t:s0 ke unconfined_u:object_r: : httpd_sys_content_ts0
 [root@host ~]# ls -Z /var/www/html/file*
unconfined_u:object_r: httpd_sys_content_t:s0 /var/www/html/ file1  unconfined_u:object_r: httpd_sys_content_t:s0 /var/www/html/file2

&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;em&gt;chorn&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Adalah comand untuk &lt;em&gt;mengubah konteks Linux dan mengatur konteks keamanan pada sebuah file, yang disimpan pada system file&lt;/em&gt;. Gunanya untuk menguji dan bereksperimen. Akan tetapi, hal ini tidak menyimpan perubahan konteks dalam database &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt;. Ketika perintah restorecron  dijalankan, perubahan yang dilakukan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;chron&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  akan dipulihkan seperti sebelumnya. Selain itu, jika seluruh file system di &lt;strong&gt;relabled&lt;/strong&gt;/di pelabelan ulang maka, pengubahan konteks dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;chron&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;akan dikembalikan&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[root@host ~]# chcon -t httpd_sys_content_t /virtual
[root@host ~]# ls -Zd /virtual
drwxr-xr-x. root root unconfined_u:object_r: httpd_sys_content_t:s0 /virtual
[root@host ~]# restorecon -v /virtual
Relabeled/virtual dari unconfined_u:object_r: httpd_sys_content_t:s0 ke unconfined_u:object_r: default_t:s0
[root@host ~]# ls -Zd /virtual
drwxr-xr-x. root root unconfined_u:object_r: default_t:s0 /virtual

&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;h3&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;Defining SELinux Default File Context Rules&lt;/strong&gt;
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;semanage fcontext&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; command untuk &lt;em&gt;melihat _dan **_restorecon&lt;/em&gt;** untuk &lt;em&gt;mengatur konteks kedefaultnya&lt;/em&gt;. Ia menggunakan ekspresi reguler yang diperluas untuk menentukan jalur dan nama file. Untuk expresi reguler yang diperluas umumnya menggunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;fcontext&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; aturan yaitu (/.&lt;em&gt;)?, maksudnya “opsional, / untuk banyak angka atau karakter”.&lt;br&gt;
Opsi *&lt;/em&gt;&lt;em&gt;semanage fcontext&lt;/em&gt;** adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-a, --add , -d, --delete , -l, --list.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Untuk mengontrol &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; konteks intall terlebih dahulu &lt;em&gt;policycoreutils&lt;/em&gt; package dan &lt;em&gt;policycoreutils-python&lt;/em&gt;, yang akan berisi command &lt;strong&gt;&lt;em&gt;restorecon&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;semanage&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Untuk melihat &lt;em&gt;konteks yang berjalan&lt;/em&gt; gunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;semanage fconteks -l&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; di ikuti dengan  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;restorecon&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.  &lt;/p&gt;
&lt;h1&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;B. Adjusting SELinux Policy with Booleans&lt;/strong&gt;
&lt;/h1&gt;
&lt;h3&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;SELinux booleans&lt;/strong&gt;
&lt;/h3&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SELinux booleans&lt;/strong&gt; adalah saklar yang &lt;em&gt;mengubah perilaku kebijakan SELinux&lt;/em&gt; atau dengan kata lain &lt;em&gt;aturan yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan&lt;/em&gt;. Biasanya digunakan oleh administrator keamanan untuk menyesuaikan kebijakan untuk membuat penyesuaian yang selektif.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Command getsebool&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; digunakan untuk mencantumkan &lt;em&gt;boolean dan statusnya&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;setsebool&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; untuk mengubah &lt;em&gt;boolean&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;setsebool -P&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; memodifikasi kebijakan &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; agar modifikasi tetap ada. Dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;semanage boolean -l&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; melaporkan apakah suatu boolean persisten atau tidak, bersama dengan deskripsi singkat tentang &lt;em&gt;boolean&lt;/em&gt; tersebut. Pengguna tanpa hak istimewa hanya bisa menggunakan command &lt;strong&gt;&lt;em&gt;getsebool&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, selain command itu untuk menjalankanya harus &lt;em&gt;supper user&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ getsebool -a
abrt_anon_write --&amp;gt; off
abrt_handle_event --&amp;gt; off
abrt_upload_watch_anon_write --&amp;gt; on
antivirus_can_scan_system --&amp;gt; off
antivirus_use_jit --&amp;gt; off
...output omitted...
[user@host ~]$ getsebool httpd_enable_homedirs
httpd_enable_homedirs --&amp;gt; off
[user@host ~]$ setsebool httpd_enable_homedirs on
Could not change active booleans. Please try as root: Permission denied
[user@host ~]$ sudo setsebool httpd_enable_homedirs on
[user@host ~]$ sudo semanage boolean -l | grep httpd_enable_homedirs
httpd_enable_homedirs          (on   ,  off)  Allow httpd to enable homedirs
[user@host ~]$ getsebool httpd_enable_homedirs
httpd_enable_homedirs --&amp;gt; on
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;Gunakan opsi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-P&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; untuk membuatnya menulis nilai yang tertunda ke kebijakan dan &lt;em&gt;tetap ada&lt;/em&gt; setelah di &lt;strong&gt;reboot&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ setsebool -P httpd_enable_homedirs on
[user@host ~]$ sudo semanage boolean -l | grep httpd_enable_homedirs
httpd_enable_homedirs          (on   ,   on)  Allow httpd to enable homedirs 
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;Untuk melihat list boolean yang dalam keaddan &lt;em&gt;default&lt;/em&gt; gunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;semanage boolean -l -C&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; .&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ sudo semanage boolean -l -C
SELinux boolean                State  Default Description

cron_can_relabel               (off   ,   on)  Allow cron to can relabel
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



</description>
      <category>redhat</category>
      <category>ramadhanbersamaredhat</category>
      <category>linux</category>
      <category>webdev</category>
    </item>
    <item>
      <title>SELinux? What is that? Penting kah?</title>
      <dc:creator>Muhammad Fauzi</dc:creator>
      <pubDate>Fri, 22 Mar 2024 08:28:26 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/whoame3f/selinux-what-is-this-penting-kah-55n5</link>
      <guid>https://dev.to/whoame3f/selinux-what-is-this-penting-kah-55n5</guid>
      <description>&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fyvrsrz0s5hnwecqyi35d.jpg" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fyvrsrz0s5hnwecqyi35d.jpg" alt="Image description" width="800" height="450"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;How SELinux Protects Resources&lt;/strong&gt;
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; adalah keamanan penting bagi linux. Akses ke file dan sumber daya lainnya dikontrol pada tingkat yang sangat terperinci. Proses hanya diizinkan mengakses sumber daya yang ditentukan oleh kebijakannya, atau pengaturan boolean &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mengontrol izin file pengguna atau grup pengguna mana yang dapat mengakses file tertentu. Namun, pengguna yang diberi akses baca atau tulis ke file tertentu dapat menggunakan file tersebut dengan cara apa pun yang dipilih pengguna, meskipun penggunaan tersebut bukanlah cara penggunaan file tersebut.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; merupakan serangkaian kebijakan yang ditentukan oleh pengembang software, yang dengan tepat menyatakan tindakan dan akses apa yang tepat dan diperbolehkan untuk setiap biner yang dapat dieksekusi, konfigurasi file, dan file apa yang digunakan.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;Why use Security Enhanced Linux?&lt;/strong&gt;
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; menerapkan aturan untuk mencegah kelemahan dalam system aplikasi yang memengaruhi aplikasi lain atau system yang mendasarinya. Ia memberikan keamanan tambahan, hal ini menambah kompleksitas yang &lt;strong&gt;dapat membuat seseorang yang awam tidak menyukai system ini&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tiga mode SELinux :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;Enforcing&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;SELinux menerapkan aturan pengontrolan akses&lt;/em&gt;. Ia akan monolak jika ada pelanggaran dalam kontrol akses.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;Permissive&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;SELinux aktif tetapi tidak sepenuhnya menerapkan kontrol akses&lt;/em&gt;. Ia mencatat peringatan aturan yang dilanggar. Digunakan untuk pengujian dan pemecahan masalah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;strong&gt;Disabled&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;SELinux dimatikan&lt;/em&gt;, yang membuat tidak ada penolakan, atau dicatatnya pelanggaran pada system.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;Basic SELinux security concepts&lt;/strong&gt;
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SELinuk&lt;/strong&gt; merupakan lapisan tambahan pada lapisan keamanan. Tujuan utamanya untuk melindungi data dari pengguna dari layanan sistem yang telah diretas. Bekerja dengan menerapkan kebijakan kontrol akses yang ketat untuk mengontrol akses ke file, direktori, dan port. Dengan ini, &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; membantu melindungi sistem bahkan jika layanan atau proses tertentu diretas, karena &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; dapat mencegah akses yang tidak sah.&lt;br&gt;
Setiap file, proses, direktori, dan port memiliki label keamanan khusus yang disebut &lt;em&gt;SELinuxcontext&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Konteks&lt;/strong&gt; adalah nama yang digunakan oleh kebijakan &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; untuk menentukan apakah suatu proses dapat mengakses file, direktori, atau port. Secara default, kebijakan ini tidak mengizinkan interaksi apa pun kecuali aturan eksplisit memberikan akses. Jika tidak ada aturan izinkan, maka akses tidak diperbolehkan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Label SELinux memiliki beberapa konteks&lt;/strong&gt;: user, role, type, dan sensitivity. Pada umumnya setiap service memiliki context yang berbeda dan memiliki peraturan penggunaan direktori yang berbeda pula. Dengan maksud meningkatkan tingkat keamanan.&lt;br&gt;
Banyak commands untuk melihat context SELinux dengan menggunakan opsi &lt;strong&gt;– Z&lt;/strong&gt;. misalnya &lt;strong&gt;ps, ls, cp, mkdir&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fyy3iksdf1m7m3f2p0ipb.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fyy3iksdf1m7m3f2p0ipb.png" alt="Image description" width="757" height="153"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fszmwhv96e4p4yqj1yxvz.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fszmwhv96e4p4yqj1yxvz.png" alt="Image description" width="747" height="256"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;Changing the current SELinux mode&lt;/strong&gt;
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Untuk menentukan &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;mode&lt;/em&gt;, gunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;getenforce&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Untuk_ mengganti modenya_ gunakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;setenforce&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; diikuti modenya. Argumen &lt;strong&gt;enforcing 0 Permisive&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;enforcing 1 Enforcing&lt;/strong&gt;. Untuk mematikan SELinux &lt;strong&gt;&lt;em&gt;selinux 0&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan untuk mengaktifkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;selinux 1&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]# getenforce
Permissive
[user@host ~]# setenforce Enforcing
[user@host ~]# getenforce
Enforcing
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;h2&gt;
  
  
  &lt;strong&gt;Setting the default SELinux mode&lt;/strong&gt;
&lt;/h2&gt;

&lt;p&gt;Anda dapat mengkonfigurasi &lt;strong&gt;SELinux&lt;/strong&gt; secara default dengan mengubah file &lt;em&gt;/etc/selinux/config&lt;/em&gt;. Misalnya &lt;em&gt;enforcing&lt;/em&gt; .&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;# This file controls the state of SELinux on the system.
# SELINUX= can take one of these three values:
#     enforcing - SELinux security policy is enforced.
#     permissive - SELinux prints warnings instead of enforcing.
#     disabled - No SELinux policy is loaded.
SELINUX=enforcing
# SELINUXTYPE= can take one of these two values:
#     targeted - Targeted processes are protected,
#     minimum - Modification of targeted policy. Only selected processes
#               are protected.
#     mls - Multi Level Security protection.
SELINUXTYPE=targeted
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



</description>
      <category>ramadhanbersamaredhat</category>
      <category>linux</category>
      <category>selinux</category>
      <category>rha134</category>
    </item>
    <item>
      <title>Bash Shell Script</title>
      <dc:creator>Muhammad Fauzi</dc:creator>
      <pubDate>Sun, 17 Mar 2024 07:21:40 +0000</pubDate>
      <link>https://dev.to/whoame3f/hello-world-2085</link>
      <guid>https://dev.to/whoame3f/hello-world-2085</guid>
      <description>&lt;p&gt;&lt;a href="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fbbima4lc2fa0vz5bqrxf.png" class="article-body-image-wrapper"&gt;&lt;img src="https://media.dev.to/cdn-cgi/image/width=800%2Cheight=%2Cfit=scale-down%2Cgravity=auto%2Cformat=auto/https%3A%2F%2Fdev-to-uploads.s3.amazonaws.com%2Fuploads%2Farticles%2Fbbima4lc2fa0vz5bqrxf.png" alt="Image description" width="200" height="200"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h1&gt;
  
  
  Writing Simple Bash Scripts
&lt;/h1&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Membuat dan Menjalankan Bash Shell Script&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
&lt;strong&gt;Bash shell&lt;/strong&gt; adalah file yang dapat dieksekusi yang berisi daftar perintah, dan mungkin dikombinasikan dengan logika pemrograman untuk mengontrol pengambilan keputusan dalam keseluruhan tugas. Jika ditulis dengan baik, skrip shell merupakan alat baris perintah yang kuat, dan dapat dimanfaatkan oleh skrip lain.&lt;br&gt;
Pengetahuan tentang skrip shell sangat penting dalam lingkungan perusahaan, di mana penggunaan skrip dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi penyelesaian tugas rutin.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menentukan Penerjemah Perintah&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Baris pertama suatu script harus diawali dengan notasi &lt;strong&gt;#!&lt;/strong&gt;, biasa disebut &lt;em&gt;sh-bang&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;she-bang&lt;/em&gt;, nama kedua karakter tersebut, &lt;em&gt;sharp&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;“#”&lt;/strong&gt; dan &lt;em&gt;bang&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;“!”&lt;/strong&gt;. Notasi dua byte khusus ini menunjukkan skrip interpretatif; sintaks yang mengikuti notasi adalah nama file yang sepenuhnya memenuhi syarat untuk command interpreterkebutuhan yang benar untuk memproses baris skrip ini. Untuk file skrip yang menggunakan sintaks skrip Bash, baris pertama skrip shell dimulai sebagai berikut:&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;#!/bin/bash
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menjalankan Bash Shell Script&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Ketika file script telah dibuat dan selesai, harus diberikan permissions executable(x) dengan perintah chmod, agar bisa dijalankan. Anda juga bisa mencantumkan file script tersebut pada directory Shell PATH agar anda dapat memanggil script anda hanya dengan nama filenya saja tanpa menuliskan path absolutnya. Gunakan command which diikuti nama file anda untuk melihat nama path dapat di jalankan.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ which hello
~/bin/hello
[user@host ~]$ echo $PATH
/home/user/.local/bin:/home/user/bin:/usr/share/Modules/bin:/usr/local/bin:/usr/bin:/usr/local/sbin:/usr/sbin

&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Quoting Special Characters&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Sejumlah karakter dan kata memiliki arti khusus pada shell Bash. Namun, terkadang Anda ingin menggunakan karakter ini untuk nilai literalnya, bukan untuk arti khususnya. Untuk melakukan ini, gunakan salah satu dari tiga alat untuk menghapus (ataumelarikan diri) arti khusus: garis miring terbalik (\), tanda kutip tunggal (''), atau tanda kutip ganda ("").&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Karakter &lt;strong&gt;#&lt;/strong&gt; adalah sebuah komen yang tidak dijalankan oleh bash. Kecuali jika anda menambahkan karakter &lt;strong&gt;/&lt;/strong&gt; sebelum &lt;strong&gt;#&lt;/strong&gt; maka akan ditafsirkan/jalankan.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Gunakan tanda kutip ganda &lt;strong&gt;(" ")&lt;/strong&gt; untuk menekan ekspansi globbing dan shell, namun tetap mengizinkan substitusi perintah dan variabel. Substitusi variabel secara konseptual identik dengan substitusi perintah, tetapi dapat menggunakan sintaks kurung kurawal opsional. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;p&gt;Gunakan tanda kutip tunggal &lt;strong&gt;(' ')&lt;/strong&gt; untuk menafsirkan seluruh teks secara harfiah. Selain menekan ekspansi globbing dan shell, kutipan mengarahkan shell untuk juga menekan substitusi perintah dan variabel. Tanda tanya &lt;strong&gt;( ? )&lt;/strong&gt;adalah tanda meta-characteryang juga perlu dilindungi dari perluasan.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memberi Output dari Shell Script&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
&lt;strong&gt;echo&lt;/strong&gt; menampilkan teks arbitrer dengan meneruskan teks tersebut sebagai argumen ke perintah. Secara default, teks ditampilkan aktifkeluaran standar (STDOUT), tapi bisa juga ditujukan kekesalahan standar (STDERR) menggunakan pengalihan keluaran.&lt;/p&gt;
&lt;h1&gt;
  
  
  Loops to Iterate Commands
&lt;/h1&gt;

&lt;p&gt;Memungkinkan kemudahan bagi seorang administrasi untuk menggunakan beberapa comand yang berulang dalam waktu tertentu misalkan selama 10 menit dalam sehari.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memproses Item dari Baris Perintah&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Anda dapat menggunakan struktur seperti:&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;for VARIABLE in LIST; do
COMMAND VARIABLE
done
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;Loop memproses string yang disediakan di LIST secara ber urutan satu per satu dan dikeluarkan setelah memproses string terakhir dalam daftar. Setiap daftar disimpan pada VARIABLE untuk sementara saat foor loop mengeksekusi perintah yang dalam kontruksinya. Contoh:&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ for HOST in host{1,2,3}; do echo $HOST; done 
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kode Keluar dalam Skrip&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
exit digunakan untuk menghentikan eksekusi script dan mengembalikan nilai keluaran (exit code). Merupakan kode keluaran yang akan dikembalikan oleh sistem operasi. Dapat berupa angka dari 0 – 255. Nila 0 berarti tidak terjadi eror/script berjalan sukses dan 1-255 menunjukan adanya eror dalam menjalankan script. Kode keluar ini disimpan dalam variabel ?.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host bin]$ cat hello
#!/bin/bash
echo "Hello, world"
exit 0
[user@host bin]$ ./hello
Hello, world
[user@host bin]$ echo $?
0
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Testing Script Inputs&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
&lt;strong&gt;test&lt;/strong&gt; memriksa integritas. Perintah ini menghasilkan kode keluar yang disimpan sebagai nilai pada &lt;strong&gt;$?&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
untuk menampilkan nilainya, tampilkan nilainya dengan echo &lt;strong&gt;$?&lt;/strong&gt; Setelah perintah test. Nilai &lt;strong&gt;0&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;True&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;False&lt;/strong&gt;. Pengujian dapat menggunakan berbagai operator, misalnya lebih besar dari, lebih besari atau sama dengan, lebih kecil dari, lebih kecil atau sama dengan, atau sama dengan.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ test [ 1 -gt 0 ] ; echo $?
0
[user@host ~]$ test [ 0 -gt 1 ] ; echo $?
1
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;h1&gt;
  
  
  Struktur Bersyarat
&lt;/h1&gt;

&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Konstruksi if/then&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Jika suatu kondisi terpenuhi, maka satu atau lebih tindakan akan dieksekusi. Jika kondisi tertentu tidak terpenuhi, maka tidak ada tindakan yang dijalankan.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ if  [ $? -ne 0 ]; then
&amp;gt; sudo systemctl start psacct
&amp;gt; fi
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Konstruksi if/then/else&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Konstruknya &lt;strong&gt;if/then&lt;/strong&gt; dapat diperluas lebih lanjut sehingga rangkaian tindakan yang berbeda dapat diambil tergantung pada apakah suatu kondisi terpenuhi. Hal ini dicapai dengan &lt;strong&gt;if/then/else&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ systemctl is-active psacct &amp;gt; /dev/null 2&amp;gt;&amp;amp;1
[user@host ~]$ if  [ $? -ne 0 ]; then
&amp;gt; sudo systemctl start psacct
&amp;gt; else
&amp;gt; sudo systemctl stop psacct
&amp;gt; fi
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kontruksi  if/then/elif/then/else&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Untuk menguji lebih dari satu kondisi, mengeksekusi serangkaian tindakan yang berbeda ketika suatu kondisi terpenuhi.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ systemctl is-active mariadb &amp;gt; /dev/null 2&amp;gt;&amp;amp;1
MARIADB_ACTIVE=$?
[user@host ~]$ sudo systemctl is-active postgresql &amp;gt; /dev/null 2&amp;gt;&amp;amp;1
POSTGRESQL_ACTIVE=$?
[user@host ~]$ if  [ "$MARIADB_ACTIVE" -eq 0 ]; then
&amp;gt; mysql
&amp;gt; elif  [ "$POSTGRESQL_ACTIVE" -eq 0 ]; then
&amp;gt; psql
&amp;gt; else
&amp;gt; sqlite3
&amp;gt; fi
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mencocokkan Teks dalam Output Perintah &lt;br&gt;
grep&lt;/strong&gt; adalah perintah yang digunakan untuk mencari teks dalam satu atau lebih file atau output dari perintah lain. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan umum.&lt;br&gt;
Contoh berikutnya menggunakan beragam file konfigurasi dan file log.&lt;br&gt;
Ekspresi reguler peka huruf besar-kecil secara default. Gunakan &lt;strong&gt;-i&lt;/strong&gt; opsi dengan &lt;strong&gt;grep&lt;/strong&gt; untuk menjalankan pencarian yang tidak peka huruf besar-kecil. Contoh berikut mencari server root.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ cat /etc/httpd/conf/httpd.conf
...output omitted...
ServerRoot "/etc/httpd"

#
# Listen: Allows you to bind Apache to specific IP addresses and/or
# ports, instead of the default. See also the &amp;lt;VirtualHost&amp;gt;
# directive.
#
# Change this to Listen on specific IP addresses as shown below to
# prevent Apache from glomming onto all bound IP addresses.
#
#Listen 12.34.56.78:80
Listen 80
...output omitted...
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;





&lt;div class="highlight js-code-highlight"&gt;
&lt;pre class="highlight plaintext"&gt;&lt;code&gt;[user@host ~]$ grep -i serverroot /etc/httpd/conf/httpd.conf
# with "/", the value of ServerRoot is prepended -- so 'log/access_log'
# with ServerRoot set to '/www' will be interpreted by the
# ServerRoot: The top of the directory tree under which the server's
# ServerRoot at a non-local disk, be sure to specify a local disk on the
# same ServerRoot for multiple httpd daemons, you will need to change at
ServerRoot "/etc/httpd"
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;

&lt;/div&gt;



</description>
      <category>linux</category>
      <category>bash</category>
      <category>ramadhanbersamaredhat</category>
      <category>redhat</category>
    </item>
  </channel>
</rss>
