Desain Blockchain dengan Proof of Work Berbasis Sorting: Skalabilitas hingga 1 GB per Blok
Pendahuluan
Bayangkan blockchain yang tidak hanya mengandalkan hashing tradisional, tetapi menggunakan proses sorting sebagai inti Proof of Work. Ini bukan sekadar teori—ini adalah desain arsitektur yang memungkinkan blok hingga 1 GB dengan verifikasi yang efisien dan desentralisasi yang sejati.
Mari kita bahas bagaimana sistem ini bekerja, dari arsitektur node hingga mekanisme konsensus yang unik.
🏗️ Arsitektur Tiga Lapis Node
- Archive Node: Penyimpan Sejarah Abadi
Peran: Menjadi "sumber kebenaran" historis jaringan.
Fungsi kritis:
· Menyimpan seluruh histori blockchain (ya, termasuk blok 1 GB itu)
· Melayani data untuk:
· Bootstrap node baru
· Audit independen oleh pihak ketiga
· Analisis forensik dan verifikasi
Karakteristik:
· ❌ Tidak mining
· ❌ Tidak voting konsensus
· ✅ Fokus pada availability, storage, dan data integrity
Intinya, Archive Node adalah perpustakaan lengkap blockchain yang selalu terbuka.
- Validator Node: Penjaga Konsensus yang Cerdas
Peran: Memastikan setiap blok valid tanpa harus mengulang semua pekerjaan miner.
Cara kerja:
- Menerima hasil sorting dari miner
- Melakukan random sampling verification
- Full verification hanya pada blok yang akan difinalisasi
Kekuatan mereka:
· Bisa mendeteksi blok nakal dengan cepat
· Tidak perlu sort ulang 1 GB data
· Menggunakan kombinasi:
· Hash commitments
· Proof segments
· Deterministic replay pada sampel acak
- Miner Node: Paralelisasi Sejati
Struktur unik: Terbagi menjadi 10 sub-kelompok yang bekerja paralel.
Setiap kelompok:
· Mengerjakan bagian data yang spesifik
· Menghasilkan sorted output parsial
· Tidak bisa pilih data favorit
Tujuan desain:
· ✅ Mencegah dominasi miner tunggal
· ✅ Skalabilitas linear dengan penambahan miner
· ✅ Paralelisasi nyata, bukan sekadar klaim
🔀 Model Pembagian Kerja: Fair dan Deterministik
Misal: Target blok = 1 GB
Data mempool dibagi menjadi 10 partisi:
D = {D₁, D₂, ..., D₁₀}
Setiap miner mendapat bagian berdasarkan:
i = VRF(seed, MinerID) mod 10
VRF (Verifiable Random Function) memastikan:
· Tidak ada cherry-picking data
· Pembagian kerja adil dan seimbang
· Tahan terhadap grinding attacks
🏁 Workflow Proof of Work – Sorting Race
Fase 1: VRF Seed Race
Sebelum sorting dimulai, semua miner harus sinkron:
- Miner mencari hash dengan difficulty rendah
- Hash pertama yang valid → menghasilkan VRF seed
- Seed diumumkan ke seluruh jaringan
Seed ini menentukan:
· Pembagian data ke 10 partisi
· Algoritma sorting yang akan digunakan
· Urutan kerja semua miner
Fase 2: Pemilihan Algoritma Sorting
Tidak monoton dengan satu algoritma! Setiap blok bisa berbeda:
Algo = H(seed || block_height) mod N
Kandidat algoritma:
· Merge Sort
· Quick Sort
· Heap Sort
· TimSort
· Introsort
Mengapa variasinya penting?
· ❌ Mencegah optimasi ASIC untuk satu algoritma
· ✅ Mendorong general-purpose computation
· ✅ Miner harus fleksibel, tidak bisa "spesialis tunggal"
Fase 3: The Sorting Race Itself
Untuk setiap miner:
1. Ambil data sesuai partisi yang ditentukan
2. Jalankan algoritma sorting yang dipilih
3. Hasilkan:
- Sorted output
- Commitment hash (Merkle/rolling hash)
4. Kirim ke validator
Fase 4: Verifikasi Cerdas oleh Validator
Validator tidak perlu sort ulang 1 GB data. Mereka cukup:
- Verifikasi VRF seed - Apakah valid?
- Cek konsistensi algoritma - Semua miner pakai algoritma sama?
- Random sampling: · Pilih 100 indeks acak dari output · Replay sorting secara lokal pada subset data terkait · Bandingkan dengan hasil miner
Hasil:
· Lolos → Blok disetujui
· Gagal → Blok ditolak, miner mungkin di-penalty
Fase 5: Finalisasi dan Penyimpanan
Blok yang lolos:
- Dikirim ke Archive Node
- Menjadi bagian permanen dari blockchain
- Siap diakses oleh siapa pun untuk verifikasi independen
💡 Mengapa Desain Ini Revolusioner?
- Ini Bukan PoW "Palsu"
· Konsumsi CPU/RAM nyata - Sorting 1 GB data butuh resource riil
· Waktu proporsional dengan data - Makin besar blok, makin lama sorting
· Tidak bisa dipalsukan - Mustahil hasilkan output valid tanpa kerja komputasi nyata
- Skalabilitas 1 GB Bukan Mimpi
· Sorting terdistribusi - 10 kelompok kerja paralel
· Verifikasi ringan - Cukup sampling, bukan recompute penuh
· Storage terpisah - Archive Node khusus handle penyimpanan besar
- Sorting Bukan Pilihan Random
· Deterministik - Input sama → output sama
· Mudah diverifikasi - Bahkan dengan sampling kecil
· Sulit diakselerasi ekstrem - ASIC untuk sorting umum lebih kompleks daripada hashing
🚀 Implikasi dan Potensi
Untuk Developer:
· Algoritma yang lebih familiar (sorting vs cryptographic hashing)
· Debugging lebih mudah - sorting logic lebih terlihat daripada hash blackbox
Untuk Jaringan:
· Desentralisasi sejati - lebih banyak node bisa ikut mining
· Transparansi - proses sorting lebih "terlihat" daripada mining tradisional
Untuk Research:
· Area optimasi baru - parallel sorting algorithms
· Model keamanan baru - random sampling verification
🤔 Tantangan dan Pertimbangan
- Memory Requirements - Sorting 1 GB butuh RAM cukup
- Network Overhead - Transfer data besar antar node
- Algorithmic Edge Cases - Worst-case scenario untuk tiap algoritma
- Implementation Complexity - Lebih kompleks daripada PoW tradisional
🎯 Kesimpulan
Desain ini bukan sekadar "PoW dengan wajah baru". Ini adalah pendekatan fundamental yang berbeda:
· Fairness melalui VRF - Tidak ada miner dominan
· Efisiensi melalui sampling - Verifikasi tidak harus mahal
· Skalabilitas melalui paralelisasi - 1 GB blok menjadi mungkin
Pertanyaan untuk diskusi:
- Apa potensi vulnerability terbesar dalam sistem ini?
- Bagaimana dampaknya terhadap hardware mining yang ada?
- Apakah mekanisme ini bisa diadaptasi untuk blockchain lain?
Disclaimer: Ini adalah desain konseptual. Implementasi riil membutuhkan research lebih lanjut, simulasi, dan peer review.
Tag: #blockchain #proofofwork #sorting #scalability #architecture #distributedsystems #crypto #devto
💬 Komentar dan diskusi sangat diterima! Punya ide untuk improve desain ini? Lihat potensi masalah? Atau justru punya use case menarik? Let's chat!
Top comments (0)