Salah satu pertanyaan paling umum ketika membangun API dengan Laravel adalah: pakai Sanctum atau Passport? Keduanya adalah package resmi Laravel untuk autentikasi API, namun memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda. Memilih yang salah bisa membuat pengembangan jadi lebih rumit dari yang seharusnya. Artikel ini akan membantu kamu memahami perbedaannya secara mendalam.
Apa itu Laravel Sanctum?
Laravel Sanctum adalah sistem autentikasi yang ringan dan sederhana. Sanctum dirancang untuk dua use case utama:
- SPA (Single Page Application) — seperti Vue.js atau React yang berkomunikasi dengan backend Laravel.
- Aplikasi mobile / simple token-based API — token disimpan di tabel database.
Sanctum menggunakan cookie-based session untuk SPA dan personal access token untuk mobile/API sederhana. Tidak ada implementasi OAuth2 di sini.
Apa itu Laravel Passport?
Laravel Passport adalah implementasi OAuth2 server penuh untuk Laravel. Passport menggunakan library league/oauth2-server di baliknya. Passport cocok untuk:
- API yang diakses oleh aplikasi pihak ketiga (third-party clients).
- Skenario yang membutuhkan grant type OAuth2: authorization code, client credentials, password grant, dll.
- Platform besar yang membutuhkan manajemen OAuth2 token secara granular.
Artikel ini ditampilkan sebagian. Untuk pembahasan selengkapnya, beserta contoh dan langkah detailnya, Anda dapat membacanya pada sumber aslinya:
Perbedaan Laravel Sanctum dan Passport untuk Autentikasi API
Tutorial pemrograman dan tools developer lainnya juga tersedia di dhiecoderweb.com.
Top comments (0)