Setiap aplikasi, sesederhana apapun, bisa mengalami error — koneksi database gagal, file tidak ditemukan, input tidak sesuai format, dan banyak lagi. PHP menyediakan dua mekanisme untuk menangani situasi ini: Error (kesalahan tingkat PHP) dan Exception (kondisi luar biasa yang dilempar dan bisa ditangkap). Memahami keduanya sangat penting untuk membangun aplikasi yang robust dan mudah di-debug.
Jenis-Jenis Error di PHP
PHP memiliki beberapa level error, di antaranya:
- E_ERROR — error fatal, eksekusi script berhenti.
- E_WARNING — peringatan, script tetap berjalan.
- E_NOTICE — pemberitahuan ringan (misal: variabel belum didefinisi).
- E_DEPRECATED — fungsi yang sudah usang digunakan.
- E_PARSE — error sintaks, script tidak bisa dijalankan.
Mengatur Tampilan Error
Di lingkungan pengembangan (development), tampilkan semua error. Di produksi, sembunyikan dari user tapi catat ke log:
<?php
// Untuk environment development
ini_set('display_errors', 1);
ini_set('display_startup_errors', 1);
error_reporting(E_ALL);
// Untuk environment production
ini_set('display_errors', 0);
ini_set('log_errors', 1);
ini_set('error_log', '/path/to/error.log');
error_reporting(E_ALL);
Lebih baik lagi, atur ini di file php.ini atau .htaccess dan gunakan variabel environment untuk membedakan mode development dan production.
Artikel ini ditampilkan sebagian. Untuk pembahasan selengkapnya, beserta contoh dan langkah detailnya, Anda dapat membacanya pada sumber aslinya:
Cara Menangani Error dan Exception di PHP
Tutorial pemrograman dan tools developer lainnya juga tersedia di dhiecoderweb.com.
Top comments (0)