DEV Community

Erwin Rahayu
Erwin Rahayu

Posted on

Technical Debt Itu Bukan Masalah Teknis. Ini Masalah Bisnis.

🧠 Technical Debt = Utang Kartu Kredit

Saya suka menjelaskan technical debt seperti ini:

Utang teknis itu sama seperti utang kartu kredit.

Bisa membantu Anda scale cepat di awal. Tapi bunganya menumpuk.

Kalau dibiarkan terlalu lama, Anda bangkrut.

Setiap CTO tahu ini. Tapi masalahnya: CEO dan founder biasanya tidak paham.

Kenapa? Karena kita (para CTO) menjelaskannya dengan bahasa yang salah.

Kita bilang:

  • "Kode kita butuh refactor."
  • "Arsitektur ini tidak sustainable."
  • "Kita harus ganti framework."

CEO dengar itu, yang muncul di kepalanya adalah:

“Ini cuma alasan teknis biaya.” atau “Kok tim engineering saya lambat?”


💸 Coba Jelaskan Sebagai Biaya Bunga

Sekarang coba bayangkan jika saya menjelaskan technical debt seperti ini ke CEO:

“Pak, technical debt kita sekarang punya bunga tahunan sekitar 30%.

Setiap fitur baru butuh waktu 2x lebih lama dari seharusnya.

Setiap kali ada bug, butuh 3x waktu untuk memperbaikinya.

Ini mulai menggerogoti margin kita.”

Percayalah, CEO langsung denger.

Mengapa? Karena saya tidak lagi bicara tentang kode. Saya bicara tentang:

  • Waktu (time-to-market)
  • Biaya (cost of delay)
  • Risiko (risk of failure)

Ini bahasa yang mereka pahami.


📊 Metrik Sederhana untuk Mengukur Technical Debt (Tanpa Ngomongin Kode)

Saya tidak pakai metrik rumit seperti code churn atau cyclomatic complexity kalau bicara dengan tim bisnis. Saya pakai 3 metrik sederhana ini:

1. Feature Lead Time

Berapa lama dari ide hingga fitur rilis?

Jika dulu 2 minggu, sekarang 1 bulan — technical debt Anda sudah parah.

Setiap minggu tambahan adalah "bunga" yang Anda bayar.

2. Bug Fix Ratio

Berapa persen waktu tim engineering dihabiskan untuk memperbaiki bug (bukan fitur baru)?

Idealnya di bawah 20%. Kalau sudah 40-50%, utang teknis Anda sedang memakan tim dari dalam.

3. Deployment Anxiety (yang ini favorit saya)

Cukup tanya ke tim engineering: “Apakah Anda deg-degan setiap kali mau deploy?”

Jika jawabannya iya, technical debt sudah dalam tahap mengkhawatirkan.

Ini metrik tidak resmi tapi sangat jujur.


🛠️ 3 Strategi Mengelola Technical Debt (Tanpa Menghentikan Bisnis)

Anda tidak perlu stop semua fitur baru untuk "membersihkan utang". Bisnis tidak akan setuju. Ini yang saya lakukan:

1. Alokasikan 20% Waktu untuk "Pembayaran Bunga"

Setiap sprint, tim engineering saya wajib menghabiskan 20% waktu untuk hal-hal yang tidak menghasilkan fitur baru:

  • Refactor
  • Perbaikan otomatisasi testing
  • Peningkatan dokumentasi

Bisnis tidak suka dengar "tidak ada fitur". Tapi mereka akan terima jika saya bilang:

“Ini investasi supaya 2 bulan lagi kita tidak kehilangan 40% waktu gara-gara bug.”

2. Jadikan Technical Debt Sebagai Item di Backlog Bersama

Jangan sembunyikan utang teknis di dalam backlog engineering.

Tulis sebagai user story bisnis:

“Sebagai tim product, kami ingin waktu deploy berkurang dari 3 jam menjadi 30 menit, sehingga fitur baru bisa rilis lebih cepat dan revenue potensial tidak hilang.”

CEO bisa membaca itu dan memprioritaskannya sendiri.

3. Lakukan "Tech Debt Audit" Setiap Kuartal

Saya duduk bersama tim bisnis setiap 3 bulan, dan saya tunjukkan:

  • Feature lead time saat ini vs 6 bulan lalu
  • Bug fix ratio saat ini
  • 1-2 cerita tentang deployment yang "deg-degan"

Lalu saya tanya:

“Kita mau bayar bunga ini terus, atau kurangi utangnya sedikit-sedikit?”

Biasanya mereka pilih opsi kedua.


🪙 Analogi Penutup: Pinjaman untuk Pertumbuhan

Technical debt bukan selalu jahat.

Di awal startup, Anda harus berutang teknis untuk bertahan dan tumbuh cepat. Sama seperti pinjaman modal usaha.

Yang berbahaya adalah ketika Anda lupa bahwa utang itu ada, dan bunganya terus berjalan tanpa Anda sadari.

Tugas saya sebagai CTO bukan menghilangkan technical debt.

Tugas saya adalah memastikan bahwa:

  1. Kami tahu berapa utang kami.
  2. Kami tahu bunganya berapa.
  3. Kami membayarnya secara sadar, bukan karena pailit.

💬 Diskusi

“Di perusahaan Anda, apakah technical debt pernah jadi bahan diskusi di rapat bersama tim bisnis? Atau selalu jadi 'masalah teknis' yang tidak pernah dibahas di luar tim engineering?”

Silakan cerita di komentar. Saya penasaran.


Bio Penulis

Erwin Rahayu. Bekerja di tim kepemimpinan teknologi. Menulis untuk merapikan pikiran tentang tantangan sehari-hari di persimpangan bisnis dan engineering.

Top comments (0)