Bekerja remote lintas negara dengan bayaran Yen sebelum memakai toga mungkin terdengar seperti mimpi bagi banyak mahasiswa. Tapi bagi Agus Heryanto, mahasiswa Informatika Universitas Amikom Yogyakarta, ini adalah realitas yang ia bangun sejak semester 6.
Melalui rilis dari komunitas NeoTechPark di Zenn.dev, Agus membagikan perjalanannya bergabung dengan Oct-Path Inc., sebuah perusahaan teknologi asal Jepang, sebagai Full-Stack Developer. Menariknya, perjalanan ini membawanya lulus kuliah melalui jalur portofolio tanpa harus menyusun skripsi tradisional!
Bagaimana cara dia melakukannya di tengah padatnya jadwal 20 SKS? Mari kita bedah.
GitHub Bukan Sekadar "Gudang", Tapi CV Berjalan
Agus tidak melakukan trik ajaib. Ia hanya konsisten mengunggah kode ke GitHub—mulai dari tugas kelas, eksperimen pribadi, hingga side project. Portofolio publik yang rapi ini akhirnya menarik perhatian tim HR Jepang dari NeoTechPark di LinkedIn.
Pelajaran penting: Bagi engineer pemula, profil GitHub yang aktif dan terstruktur adalah bukti nyata kemampuan yang jauh lebih kuat daripada selembar CV biasa.
Remote Setup dari Kamar Kos
Setelah lolos wawancara bahasa Inggris yang tidak hanya menguji logika coding tapi juga manajemen waktu, Agus resmi dikontrak. Ia langsung beradaptasi dengan workflow profesional:
- Slack untuk komunikasi sehari-hari.
- GitHub untuk code review dan issue tracking.
- Cursor sebagai code editor andalan.
- Workchain untuk melacak jam kerja.
- Notion untuk dokumentasi spesifikasi.
Ritme ini jauh berbeda dengan kerja kelompok tugas kuliah biasa, dan mengajarkannya bagaimana tim terdistribusi bekerja secara nyata.
Dari Bug Fix Kecil ke Fitur Inti (Minbako)
Pada awalnya, Agus hanya mengerjakan perbaikan bug minor. Namun, seiring tumbuhnya kepercayaan, ia dipercaya membangun fitur Bulletin Board untuk Minbako—sebuah platform SaaS kotak saran anonim asal Jepang yang digunakan oleh lebih dari 300 perusahaan.
Ia mengerjakan antarmuka dengan React.js dan merancang endpoint serta skema database MySQL menggunakan Laravel. Di tahap ini, Agus belajar bahwa fitur level produksi menuntut kode yang mudah dipelihara (maintainable) dan sesuai dengan kebutuhan bisnis klien.
Lulus Tanpa Skripsi? Amikom Punya Jalurnya!
Ini bagian yang paling menarik. Pada semester 7, Agus memanfaatkan kebijakan Jalur Lulus Non-Skripsi (Portofolio) di Universitas Amikom Yogyakarta.
Dengan bimbingan dosen dari program studi, kontribusi profesional Agus di industri nyata divalidasi dan diakui sebagai pencapaian akademik. Prosesnya formal namun mulus, membuktikan bahwa kampus sangat mendukung mahasiswa yang siap terjun ke industri sejak dini.
Pesan Agus untuk Sesama Mahasiswa
"Start small and ship often. Jika kamu suka coding, menulislah kode—dan publikasikan. GitHub bukan sekadar tempat penyimpanan; ia adalah sinyal. Dan peluang akan selalu memperhatikan sinyal tersebut."
Penutup & Ruang Diskusi
Kisah Agus membuktikan bahwa konsistensi, kolaborasi terstruktur, dan keberanian untuk mempublikasikan karya bisa membuka pintu internasional bahkan dari dalam kamar kos.
Sumber foto: zenn.dev/neotechpark/articles/e6881d2e5cdb02
Bagaimana dengan teman-teman di sini? Apakah kalian lebih suka merapikan GitHub atau aktif ikut kompetisi untuk membangun portofolio? Mari diskusi di kolom komentar! 👇
Top comments (0)