DEV Community

Muhammad Dhiyaul Atha
Muhammad Dhiyaul Atha

Posted on

Membangun Infrastruktur Enterprise: Part 1 - Konfigurasi Main Server (Ubuntu Server 26.04)

Sebelum melangkah ke layanan kompleks seperti Active Directory atau VPN, kita wajib membangun pondasinya terlebih dahulu. Artikel ini akan membahas langkah demi langkah instalasi dasar, konfigurasi IP Statis, penyelarasan hostname, dan update sistem pada Ubuntu Server 26.04 di lingkungan VirtualBox dengan target nama domain utama: a3n4.com.

1. Teori Dasar: Mengapa "Main Server" Harus Benar?

Sebuah Main Server yang akan mengemban tugas sebagai Domain Controller (ADDS), DNS, dan DHCP tidak boleh memiliki konfigurasi yang berubah-ubah.

  • IP Statis (Static IP): Jika server menggunakan DHCP (IP dinamis), ketika server reboot dan IP-nya berubah, seluruh komputer client di jaringan akan kehilangan koneksi ke DNS dan Domain Controller.
  • Fully Qualified Domain Name (FQDN): Identitas server harus jelas (contoh: server.a3n4.com). Tanpa FQDN yang valid, layanan berbasis Kerberos seperti ADDS akan mengalami error resolusi nama.
  • Topologi VirtualBox: Demi kelancaran lab ini, pastikan Pengaturan Jaringan (Network Settings) pada VM Ubuntu Server dan Ubuntu Client Anda di VirtualBox diatur ke Internal Network (atau Bridged Adapter jika lab Anda membutuhkan akses internet langsung dari router fisik).

2. Sintaks & Langkah Konfigurasi

Pastikan Anda sudah masuk ke terminal Ubuntu Server 26.04 sebagai root:

sudo su

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Langkah A: Pembaruan Repositori & Sistem

Sebelum menyentuh konfigurasi, pastikan semua paket sistem berada di versi terbaru dan paling stabil.

apt update && apt upgrade -y

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Langkah B: Konfigurasi IP Statis (Netplan)

Ubuntu 26.04 menggunakan Netplan untuk manajemen jaringan. Cari nama file konfigurasi Anda di direktori /etc/netplan/:

ls /etc/netplan/

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

(Biasanya bernama 50-cloud-init.yaml atau 01-netcfg.yaml). Edit file tersebut menggunakan teks editor nano:

nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Ubah atau sesuaikan isinya menjadi seperti ini. Pada lingkungan VirtualBox, nama interface umumnya terdeteksi sebagai enp0s3. (Penting: Gunakan indentasi 2 atau 4 spasi, jangan gunakan tombol TAB karena YAML sangat sensitif terhadap spasi):

network:
  version: 2
  renderer: networkd
  ethernets:
    enp0s3: # Sesuaikan dengan nama interface VirtualBox Anda (cek via 'ip a')
      dhcp4: no
      addresses:
        - 192.168.190.50/24
      routes:
        - to: default
          via: 192.168.190.2 # Sesuaikan dengan IP Gateway internal VirtualBox Anda
      nameservers:
        addresses:
          - 8.8.8.8
          - 1.1.1.1

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Simpan file (Ctrl + O, lalu Enter) dan keluar (Ctrl + X). Terapkan konfigurasi baru tersebut:

netplan apply

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Langkah C: Konfigurasi Hostname & FQDN

Sekarang kita ubah nama server kita menjadi server dan memetakannya ke domain a3n4.com.

hostnamectl set-hostname server
nano /etc/hosts

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Tambahkan atau ubah baris di dalam file /etc/hosts sehingga menjadi seperti ini:

127.0.0.1   localhost
192.168.190.50  server.a3n4.com  server

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

3. Pengujian & Verifikasi

Untuk memastikan konfigurasi dasar ini tidak bermasalah, lakukan pengujian berikut:

  1. Cek IP Address:
ip a s enp0s3

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode
  1. Uji Koneksi Jaringan:
ping -c 3 192.168.190.2

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

(Ganti dengan IP gateway Anda, atau gunakan google.com jika menggunakan mode Bridged)

  1. Cek FQDN (Resolusi Hostname):
hostname -f

Enter fullscreen mode Exit fullscreen mode

Kesimpulan

Dengan menyelesaikan konfigurasi Main Server ini, kita telah berhasil mengamankan alamat IP statis 192.168.190.50 dan memberikan identitas FQDN server.a3n4.com di dalam lingkungan VirtualBox. Server kini dalam kondisi prima dan siap dipasangi layanan tingkat lanjut tanpa khawatir terjadi konflik jaringan atau perubahan IP dinamis.

Apa Selanjutnya?

Sebuah server enterprise tidak akan bisa berjalan jika waktunya melenceng, karena sistem keamanan domain (terutama protokol Kerberos pada ADDS) sangat bergantung pada sinkronisasi waktu. Di artikel berikutnya (Part 2), kita akan membahas bagaimana mengonfigurasi NTP (Network Time Protocol) menggunakan Chrony serta melakukan pengujian langsung menggunakan Ubuntu Client.

Baca Part 2: Sinkronisasi Waktu Server dengan NTP (Chrony) ➡️

Top comments (0)