DEV Community

Dasapta Erwin Irawan
Dasapta Erwin Irawan

Posted on

Tanah: hubungannya dengan batuan dan tanaman

Oleh: Dasapta Erwin Irawan (ORCID)

Dikembangkan lebih lanjut di blog ini.

Ada beberapa orang yang bertanya kepada saya:

  • Apakah jenis tanah berbeda-beda?
  • Tumbuhan di tanah saya kok tidak tumbuh sebagus punya orang lain. Kenapa ya?
  • Saya menanam singkong. Pohonnya tumbuh tapi kok tidak jadi umbinya. Daerahnya di Tasik Selatan.

--- 000 ---

Disclaimer

Yang pertama adalah saya peneliti di bidang geologi dan hidrogeologi, bukan ahli biologi atau botani. Jadi jawaban saya bisa salah. :) Jawaban saya kan berkaitan dengan ilmu geologi dan ilmu lain yang bertumpang tindih (overlap).

Kita ambil contoh saja daerah Tasikmalaya yang ditanyakan. Kalau saya google "Geologi Tasikmalaya Selatan", maka daerah Bantar Kalong adalah yang paling banyak muncul. Mari kita lihat sekilas daerah itu.

Alt Text

Geologi adalah ilmu yang mempelajari bebatuan yang ada di bawah permukaan tanah. Bebatuan itu adalah hasil dari proses di bumi sejak bumi terbentuk 4,5 milyar tahun yang lalu.

Tentang Bantarkalong

Di daerah ini sering terjadi bencana gerakan tanah, yaitu lapisan tanah yang meluncur ke daerah yang lebih rendah. Daerah Bantarkalong, bersama dua daerah lainnya, Cipatujah dan Culamega dikelompokkan ke dalam Zona Merah Bencana Gerakan Tanah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi/PVMBG. Bencana itu karena beban lapisan tanah bertambah (biasanya karena tambahan beban air). Tanah yang makin berat kemudian meluncur ke bawah, karena posisinya berada di lahan yang miring curam.

Daerah Tasikmalaya Selatan, seperti halnya banyak daerah di Pegunungan Jawa Barat Selatan, memiliki bentang alam yang berbukit-bukit dengan kemiringan lereng yang terjal(hal II-6).

Longsoran tanah tersebut biasanya juga akan mengikuti arah aliran air di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Bantarkalong ada di DAS Cilangla.

Batu-batuan yang ada di daerah Bantarkalong dan daerah Tasikmalaya Selatan batuan gunungapi yang membentuk Formasi Jampang. Formasi adalah lapisan batuan atau beberapa lapisan batuan yang memiliki kesamaan karakteristik. Karakter ini ditentukan oleh proses geologi yang dialaminya.

Formasi Jampang ini berumur sangat tua, Kala Miosen Awal sampai Miosen Tengah, yaitu antara 23 sampai 5 juta tahun yang lalu. Karena umurnya tua dan telah mengalami banyak proses geologi, maka batuannya ada yang bisa membentuk batumulia seperti jasper.

Bebatuan itu saat terkena panas, dingin, erosi, maka akan lapuk menjadi tanah. Anda bisa mampir ke blog saya ini juga untuk mengetahui produk gunungapi (ada video penjelasannya).

Tentang tanah

Anda mestinya sudah membaca dan menonton penjelasan saya tentang tanah dan proses pembentukan tanah di atas.

Sekarang saat bebatuan berubah menjadi tanah, maka karakternya berubah:

Proses kimia ini terlihat sederhana, tetapi bisa berubah-ubah cepat. Salah satunya karena perubahan pH (keasaman). Komposisi kimia inilah yang pada akhirnya mendukung kesuburan tanah, kemudian membuat tanaman tumbuh dengan baik, dan pada akhirnya bisa membuat suatu negara cukup pangan (lihat gambar di bawah ini).

Dari kimia tanah sebagai bagian dari ekosistem

Gambar diambil dari sini

Butiran tanah, butiran air, dan akar bekerjasama agar tanaman tumbuh subur (lihat gambar di bawah ini).

Gambar di atas diambil dari sini

Kembali ke pertanyaan

Jadi tanaman bisa tumbuh subur adalah:

  • tanah yang cukup tebal, sehingga akar bisa tumbuh sempurna.
  • tanah yang subur dengan komposisi kimia tertentu yang cocok dengan yang dibutuhkan tanaman. Komposisi kimia ini ditentukan pula oleh komposisi kimia batuan yang menjadi sumber tanah.
  • kandungan air yang cukup. Kandungan air ini ditentukan oleh hujan dan jenis tanah. Tanah yang gembur akan dapat menyerap air hujan dengan baik. Air hujan atau air permukaan sendiri memiliki komposisi kimia tertentu.
  • nutrisi yang ada dalam tanah dari komponen-komponen di atas itulah yang harus dapat diserap tanaman agar tumbuh sesuai harapan.

Penutup

Semoga artikel pendek ini dapat menjelaskan berbagai pertanyaan yang muncul, termasuk dari tetangga saya sendiri.

Selamat pagi, selamat Hari Minggu.

Referensi peta geologi

  • Peta Geologi Lembar Pangandaran (T.O. Simanjuntak, dkk) ,
  • Peta Geologi Lembar Karangnunggal (S.Supriatna, dkk, 1972),
  • Peta Geologi Lembar Tasikmalaya (T.Budi Trisna, 1996),
  • Peta Geologi Lembar Majenang (Kartono, dkk, 1996).

365figures #365writings

Top comments (0)