Narasi tentang "AI Apocalypse"—bahwa kecerdasan buatan akan merebut pekerjaan manusia—semakin sering bergema. Namun, alih-alih larut dalam pesimisme, saya memegang satu prinsip: AI tidak akan menggantikanmu, tetapi seseorang yang mahir menggunakan AI-lah yang akan melakukannya.
Berangkat dari pemikiran ini, saya berpartisipasi dalam Hoobit Hacks 2026, sebuah hackathon internasional yang menantang 550+ inovator dari 50+ negara. Selama 28 hari, saya merancang dan membangun NotReplaced.ai—sebuah platform analisis ancaman AI yang tidak sekadar menakut-nakuti, melainkan memberikan peta jalan (roadmap) konkret agar karier kita tetap relevan di era otomatisasi.
![]() |
![]() |
|---|
Mengapa Next.js & Gemini API?
Membangun aplikasi berbasis Large Language Model (LLM) yang terstruktur menuntut tech stack yang modern, cepat, dan responsif. Berikut adalah fondasi teknologi yang saya pilih:
- Next.js (App Router): Menyediakan arsitektur full-stack yang tangguh dan performa rendering optimal. Dukungan TypeScript-nya sangat krusial untuk menjaga type-safety saat mengelola objek JSON kompleks dari respons AI.
- Google Gemini API: Bertindak sebagai mesin penalaran utama. Gemini sangat unggul dalam memproses prompt yang sangat spesifik dan merangkum tren ekonomi dunia nyata secara akurat.
- Tailwind CSS: Memungkinkan saya mengeksekusi UI/UX premium bernuansa dark-mode cyberpunk dengan efek glassmorphism secara cepat, sangat cocok untuk ritme hackathon yang memiliki tenggat waktu ketat.
Fitur Utama NotReplaced.ai
Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman selayaknya produk SaaS siap pakai. Ketika pengguna memasukkan profesi mereka (misalnya: "Graphic Designer" atau "Software Engineer"), sistem langsung menghasilkan analisis komprehensif:
- Threat Level Gauge: Kalkulasi persentase tingkat risiko otomatisasi beserta prediksi timeline dinamis.
- AI Co-Pilot: Kurasi tools AI spesifik yang wajib dikuasai sekarang juga untuk meningkatkan efisiensi kerja.
- Human Edge: Pemetaan soft skills krusial yang menjadi nilai jual manusia dan tidak dapat direplikasi oleh algoritma.
- Survival Roadmap: Panduan adaptasi langkah demi langkah dari fase "Sekarang" hingga "3 Tahun ke Depan".
Tantangan Eksekusi: Seni Prompt Engineering
Tantangan paling teknis dalam proyek ini adalah prompt engineering. Agar UI dapat merender hasil analisis ke dalam grid dan grafik yang elegan, LLM diwajibkan mengembalikan respons dalam format JSON terstruktur. Saya harus melakukan iterasi prompt berkali-kali guna memastikan Gemini menyertakan data yang valid, mematuhi skema JSON secara ketat, dan meminimalisir halusinasi data.
Hasilnya sangat sepadan. Kami juga menerapkan modal "Methodology Disclosure" demi menjaga transparansi penggunaan AI sesuai regulasi kompetisi. Berkompetisi di tingkat global selama 4 minggu ini benar-benar mengasah kemampuan manajemen waktu, integrasi API, dan desain antarmuka saya.
Apakah profesimu aman dari gelombang otomatisasi AI? Coba langsung platformnya dan bagikan threat level kamu di kolom komentar!
Ingin melihat kode di balik layar atau mencoba langsung aplikasinya? Kunjungi tautan berikut:
🔗 Live Demo: not-replaced-ai.vercel.app
💻 GitHub Repo: github.com/yaf7/not-replaced-aiMari terhubung dan berdiskusi seputar web development, AI, atau hackathon:
🔗 LinkedIn: Deyafa Arsetya
💻 GitHub: yaf7
📸 Instagram: @_deyafaarsetya
🌐 Portfolio: deyafaarsetya.biz.id


Top comments (0)