Ketika menghadapi skripsi di kampus, saya mencoba mencari masalah yang ada di sekitar saya. Kebetulan, saya adalah seorang penggiat pembelajaran Al-Qur’an dan memiliki banyak pengalaman di bidang tersebut. Saat itu, saya juga sedang menjadi pengajar di sebuah sekolah di Bandar Lampung.
Dengan yakin, saya mengangkat isu tersebut. Saya akan membuat sebuah aplikasi yang dapat membantu proses pembelajaran Al-Qur’an. Saya menambahkan banyak fitur, terutama karena saat itu penggunaan gamifikasi sedang marak. Saya berharap aplikasi tersebut dapat membantu proses pembelajaran dengan baik.
Selama lebih dari tiga bulan, saya membangun aplikasi itu. Akhirnya, tibalah hari ketika saya harus mengujinya. Para siswa mencobanya, dan saya ikut mencobanya sambil menjelaskan cara penggunaannya kepada mereka. Sebagian dari mereka belum terlalu mengerti, sebagian lagi sudah mulai paham. Pengujian selesai, dan aplikasi tersebut berhasil melewati uji kelayakan.
Namun, di sinilah poin penting dari sebuah aplikasi pembelajaran Al-Qur’an. Pembelajaran Al-Qur’an berbeda dengan pembelajaran lainnya. Siswa dituntut untuk lebih banyak praktik dibandingkan memahami materi. Pemahaman materi berada di tingkat lanjutan.
Oleh karena itu, banyak fitur yang saya buat ternyata tidak terlalu membantu, apalagi bagi pemula yang bahkan belum bisa membaca huruf hijaiyah.
Saat ini, saya sedang mengembangkan platform yang dapat lebih membantu proses pembelajaran Al-Qur’an. Saya berharap aplikasi saya berikutnya dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
Top comments (0)