DEV Community

Cover image for Dari Developer ke Penyair 🌿: Kenapa Aku Menulis "Hening yang Berjalan"
Cahyanudien Aziz Saputra
Cahyanudien Aziz Saputra

Posted on

Dari Developer ke Penyair 🌿: Kenapa Aku Menulis "Hening yang Berjalan"

Ada gambaran yang orang punya tentang developer.

Sendiri. Headphone terpasang. Layar menyala jam 2 pagi. Kopi sudah dingin. Logika di mana-mana, perasaan tidak ada di mana pun.

Aku hidup di dalam gambaran itu bertahun-tahun. Dan aku cukup baik dalam hal itu. Aku masih baik dalam hal itu. Tapi di suatu titik — aku tidak bisa bilang kapan tepatnya — aku menyadari ada sesuatu yang diam di dalam diriku yang dulu pernah bersuara.

Bukan burnout. Sesuatu yang lebih lambat dari itu. Semacam... kemandegan hati.


🧊 Dingin yang Menumpuk Perlahan

Tidak ada yang membicarakan ini di lingkungan tech.

Kita bicara soal shipping. Soal scale. Soal clean architecture, performa, dan user retention. Kita bicara tentang segalanya kecuali kenyataan bahwa bertahun-tahun hidup di dalam kepala sendiri — di dalam sistem, logika, abstraksi — bisa membuat seseorang merasa seperti perlahan mengering.

Aku rasa aku tidak sendirian dalam hal ini. Aku yakin banyak developer merasakannya tapi tidak punya bahasa untuk mengungkapkannya. Karena kita tidak pernah dilatih untuk punya bahasa itu. Kita dilatih untuk memecahkan masalah. Dan ini bukan masalah yang bisa dipecahkan dengan kode.

Hati tidak butuh solusi. Hati butuh didengar.


✍️ Maka Aku Mulai Menulis

Bukan blog post. Bukan dokumentasi. Bukan README.

Puisi.

Awalnya terasa aneh — hampir memalukan. Aku membangun aplikasi. Aku menulis kode Flutter. Apa yang aku lakukan dengan meletakkan jeda baris di kalimat dan menyebutnya seni?

Tapi aku terus melanjutkan. Karena untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ada sesuatu di dalam diriku yang mulai mencair.

Kata-kata datang dari tempat yang tidak aku sadari selama ini aku bawa. Kehilangan. Identitas. Perasaan berjalan di jalan yang tidak bisa sepenuhnya kamu lihat. Keberanian aneh yang dibutuhkan untuk terus melangkah. Hal-hal yang belum pernah aku ucapkan dengan keras — kepada siapapun, termasuk diriku sendiri.

Begitulah "Hening yang Berjalan" bermula.


📖 Apa Sebenarnya Buku Ini

"Hening yang Berjalan" karya Cahyanudien Aziz Saputra adalah kumpulan puisi kontemplatif yang lahir dari keheningan — tentang perjalanan jiwa yang tidak pernah benar-benar selesai.

Buku ini dibagi dalam tiga bagian:

🌱 Akar — dari mana kita berasal. Tanah di bawah kaki kita. Kehilangan, asal-usul, hal-hal yang membentuk kita sebelum kita punya kata-kata untuk menamakannya.

🌿 Tumbuh — ruang di tengah. Identitas yang bergerak. Proses menjadi diri sendiri yang tidak nyaman tapi perlu.

☁️ Langit — kedatangan, atau sesuatu yang menyerupainya. Keberanian untuk melanjutkan. Ketenangan yang bukan berasal dari diam, tapi dari akhirnya bergerak bersama dirimu sendiri, bukan melawannya.

Ini bukan buku yang dimaksudkan untuk dibaca terburu-buru. Ini adalah buku yang dirasakan di momen-momen sunyi — di mana kata-katanya mungkin terasa personal, seolah ditulis untuk pembaca seorang. Karena memang begitu adanya. Aku menulisnya untuk diriku sendiri. Dan justru itulah kenapa mungkin ia bisa menyentuhmu juga.


💡 Yang Aku Pelajari Melewati Jembatan Itu

Menjadi developer mengajariku presisi. Setiap kata dalam kode berarti sesuatu yang tepat. Tidak ada ruang untuk ambiguitas.

Puisi mengajariku kebalikannya — bahwa ambiguitas adalah tempat makna bersemayam. Bahwa satu baris bisa berarti tiga hal sekaligus dan justru lebih benar karenanya.

Dua cara berpikir ini tidak saling bertentangan. Mereka saling menyeimbangkan. Dan aku percaya developer, lebih dari kebanyakan orang, punya sesuatu yang layak untuk dikatakan — karena kita menghabiskan begitu banyak waktu di dalam pikiran kita sendiri. Kita hanya butuh izin untuk mengatakannya dengan cara yang berbeda.

Kalau kamu seorang developer yang membaca ini dan merasakan kedinginan sunyi yang aku gambarkan — aku tidak menyuruhmu menulis puisi. Aku hanya menyuruhmu menemukan apapun yang mencairkan sesuatu yang telah membeku. Buat sesuatu yang tidak berjalan dengan logika. Buat sesuatu yang tidak perlu di-ship. Buat sesuatu hanya untukmu.

Hati bukan sebuah bug. Ia tidak perlu diperbaiki. Ia perlu didengar.


🤲 Kenapa Aku Menerbitkannya

Karena ada hal-hal yang layak dihadirkan ke dunia meski dunia tidak memintanya.

"Hening yang Berjalan" adalah untuk siapapun yang sedang mencari, menyembuhkan diri, atau sekadar berdiri diam di tengah kebisingan hidup. Mungkin itu banyak dari kita. Itu pasti aku.


🔗 Temukan Bukunya

🌐 Halaman buku cahyanudien.site/hening-yang-berjalan →
📱 Google Play Books Baca di Google Play →
👨‍💻 Tentang saya cahyanudien.site →

Untuk siapapun yang sedang berjalan perlahan melewati sesuatu yang berat — buku ini untukmu. 🌿

Top comments (0)