DEV Community

Santri Gresik Digital Agency
Santri Gresik Digital Agency

Posted on • Originally published at santrigresik.id

Mengelola Website Pesantren Tanpa Jago Coding

Mitos: Website Perlu Jago Coding

Banyak pengurus pesantren tidak berani memiliki website karena berpikir harus bisa coding. Ini mitos yang perlu diluruskan. Platform modern seperti WordPress, Wix, atau Next.js dengan CMS headless memungkinkan siapa saja mengelola website tanpa menulis satu baris kode pun. Staf TU yang sehari-hari mengurus administrasi bisa dengan mudah menambah berita, mengupload foto galeri, atau mengupdate halaman profil. Yang penting adalah memilih platform yang tepat dan menyediakan pelatihan dasar untuk staf.

WordPress: Paling Mudah untuk Pemula

WordPress adalah CMS paling populer di dunia, menguasai 43% dari seluruh website. Keunggulannya: antarmuka yang intuitif mirip Microsoft Word, ribuan tema gratis dan berbayar, serta plugin untuk menambah fitur tanpa coding. Staf bisa menulis artikel, upload foto, membuat halaman baru, dan mengelola menu dengan mudah. Untuk pesantren, ada banyak tema Islami yang siap pakai. Fitur drag-and-drop builder seperti Elementor memungkinkan membuat layout halaman yang kompleks tanpa menyentuh kode. Dokumentasi dan tutorial WordPress berlimpah dalam bahasa Indonesia.

Next.js dengan CMS: Modern dan Cepat

Next.js adalah framework website modern yang super cepat dan aman. Meskipun development awal butuh developer, pengelolaan sehari-hari bisa dilakukan melalui CMS headless seperti Sanity, Strapi, atau Contentful. Staf mengelola konten di dashboard CMS yang sederhana—menulis artikel, upload gambar, atur kategori—sama mudahnya dengan WordPress. Hasilnya website dengan performa luar biasa, SEO maksimal, dan keamanan tinggi. Ini pilihan tepat untuk pesantren yang ingin tampil profesional dan siap investasi di awal.

Tips Melatih Staf Mengelola Website

Siapkan buku panduan khusus untuk staf yang berisi langkah-langkah: cara login, cara membuat artikel baru, cara upload foto, cara mengedit halaman. Gunakan tangkapan layar (screenshot) untuk setiap langkah. Adakan sesi pelatihan 1-2 jam dengan praktik langsung. Buat grup WhatsApp untuk tanya jawab seputar pengelolaan website. Tunjuk satu staf sebagai admin utama yang lebih mahir, dan siapkan backup admin lain jika berhalangan. Dengan pendampingan yang baik, dalam 1-2 minggu staf sudah bisa mengelola website secara mandiri.

Rawat Website Secara Berkala

Setelah website aktif dan staf bisa mengelolanya, jadwalkan perawatan rutin. Update konten minimal seminggu sekali. Backup website secara periodik. Update plugin dan tema di WordPress untuk keamanan. Pantau kecepatan website dengan Google Analytics. Jika ada masalah teknis di luar kemampuan staf—seperti error server atau serangan hacker—segera hubungi tim teknis. SantriGresik menyediakan layanan pembuatan website pesantren dengan CMS yang mudah digunakan, lengkap dengan pelatihan staf dan dukungan teknis berkelanjutan.


Artikel ini pertama kali terbit di Santri Gresik Digital Agency.

Top comments (0)